Breaking News:

Kasus Perusahaan dan Kelompok Tani yang Libatkan Oknum Kades, Kapolres Inhil Beber Fakta Mengejutkan

Babak baru kasus bagi hasil Miko antara PT. THIP dengan Kelompok tani Sinar Usaha Maju Pelangiran yang libatkan oknum kades di Inhil

Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
Kapolres AKBP Dian Setyawan dalam press release yang juga didampingi Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Indra Lamhot Sihombing di Aula Rekonfu Mapolres Inhil, Senin (5/4/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Babak baru kasus bagi hasil Minyak Kolam (Miko) antara PT. TH Indo plantations (THIP) dengan Kelompok tani Sinar Usaha Maju Pelangiran yang libatkan oknum kades di Inhil.

Polres Inhil berhasil mengungkap adanya aksi premanisme yang mengatasnamakan masyarakat oleh oknum Kepala Desa (Kades) berinisial AW bersama oknum kelompok tani dan organisasi.

Sebelumnya pihak PT. THIP melaporkan aksi kelompok ini kepada Polres Inhil karena tanpa hak dan kewenangan melakukan pencurian dan pemaksaan menahan tug boat dan tongkang.

Atas laporan pihak perusahaan pada tanggal 19 Maret 2021 tersebut, Polres Inhil mengamankan 5 orang pelaku antara lain, yaitu, AN (37) seorang Sekjend ormas di Inhil, BO (48) selaku Ketua kelompok tani, AW (48) oknum Kades, JT (34) selaku bendahara ormas serta TM (52) selaku anggota kelompok tani.

5 orang pelaku pun dihadirkan Polres Inhil dalam press release yang pimpin langsung oleh Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan di Aula Rekonfu Mapolres Inhil, Senin (5/4) siang.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan mengatakan, setelah melalui tahapan penyelidikan berupa klarifikasi terhadap pelapor dan saksi – saksi, selanjutnya perkara ditingkatkan ke tahap sidik serta melakukan gelar perkara.

“Hasilnya beberapa orang terlapor ditingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka sehingga dilakukan penangkapan terhadap masing – masing tersangka tersebut untuk dilakukan proses hukum selanjutnya,” ujar Kapolres dalam press release yang juga didampingi Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Indra Lamhot Sihombing.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, tindakan penghentian dan penahanan tug boat dan tongkang tersebut terjadi pada Rabu (17/4) sekira pukul 12.30 di atas tongkang TKG PMT III-515 yang sedang sandar dipelabuhan loading PT. THIP simpang kanan Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil.

Selanjutnya pada hari yang sama sekitar pukul 19.30 WIB, kelompok ini juga mengambil tanpa izin perusahaan sampel Crude Paml Oil (CPO) dan Fatty Acid Methyl Ester (Fame) di kapal milik perusahaan di perairan Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil.

“Kelompok ini mengambil isi muatan tongkang tanpa izin pemilik selanjutnya dengan paksa menghentikan dan melakukan penahanan tug boat dan tongkang. Kelompok ini mengambil keuntungan pribadi dan kelompok dengan mengatasnamakan masyarakat,” jelas Kapolres.

Halaman
1234
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved