Breaking News:

Kedapatan Bawa Senjata Bentuk Burung, Pemuda di Pekanbaru Ini Diangkut ke Kantor Polisi

Seorang pria kedapatan membawa senjata tajam saat razia gabungan di Jalan HR Soebrantas Ujung Kelurahan Tuah Madani

Polsek Tampan
Seorang pria kedapatan membawa senjata tajam saat razia gabungan di Jalan HR Soebrantas Ujung Kelurahan Tuah Madani Kecamatan Tampan, Pekanbaru pada Sabtu (3/4/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seorang pria kedapatan membawa senjata tajam saat razia gabungan di Jalan HR Soebrantas Ujung Kelurahan Tuah Madani Kecamatan Tampan, Pekanbaru pada Sabtu (3/4/2021).

Pria yang berprofesi sebagai mekanik, Majendra Herlin, 26, ditangkap pihak kepolisian saat melintasi Jalan Soebrantas Pekanbaru.

Ia kedapatan membawa senjata tajam (sajam).

Berawal ketika dilaksanakannya di bawah pimpinan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol H Nandang Mu'min Wijaya SIK MH yang didampingi oleh Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita SH SIK MH 

Ketika itu sekira pukul 00.30 WIB dini hari, yang bersangkutan bersama 4 orang lainnya yang juga laki-laki, melintas menggunakan kendaraan mobil Grand Livina, kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap mereka dan barang bawaan mereka.

"Ketika itulah ditemukan satu buah senjata tajam yang disimpan dan disembunyikan di dalam 1 buah tas sandang, dan diakui kepemilikannya oleh yang bersangkutan, kemudian yang bersangkutan beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke Polsek Tampan," kata Kompol Hotmartua Ambarita.

Adapun barang bukti tersebut di antaranya adalah, satu buah tas sandang warna hitam, kemudian satu bilah senjata tajam jenis pisau kerambit dengan sarung senjata berbentuk burung.

Dikatakan Kompol Hotmartua Ambarita, kegiatan razia gabungan tersebut dilaksanakan pihaknya untuk antisipasi pelaku kejahatan yang masuk ke wilayah Kota Pekanbaru, yang kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas mau masuk ke kota Pekanbaru. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

----------------------------------------------------------------

Tuak Kerap Jadi Pemicu Kekerasan, Polisi Gencar Razia Warung Miras, Berapa Botol Disita Jadi Bukti?

Sementara itu di Indragiri Hilir polisi gencar razia warung jualan miras.

Seolah tiada habis - habisnya peredaran tuak di Kota Tembilahan, Kabupaten indragiri Hilir (Inhil) Riau tetap bersemi meskipun pihak berwajib gencar melakukan razia terhadap minuman yang memabukkan tersebut.

Sebanyak 27 botol minuman keras (miras) tradisional jenis tuak diamankan Sat Reskrim Polres Inhil dari sejumlah warung di Kota Tembilahan, Kamis (1/4/2021).

Tuak yang dikemas dalam botol berukuran 600 mililiter tersebut berhasil ditindak dalam giat patroli kamtibmas yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Indra Lamhot Sihombing.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Plt Kasubbag Humas Ipda Esra menjelaskan, terdapat 4 oknum penjual miras jenis tuak yang diperiksa adalah DS, BA, A di Jalan Malagas Tembilahan dan GP di Jalan Jenderal Sudirman Tembilahan.

“Terhadap oknum penjual tuak dilakukan pendataan dan pembinaan agar tidak menjual miras lagi,” ungkap Ipda Esra.

Ipda Esra berharap penindakan ini dapat menciptakan situasi kamtibmas yang aman kondusif.

Serta untuk meminimalisir terjadinya tindak pidana curas, curanmor, curat, premanisme, pekat dan kenakalan remaja.

“Semoga dapat meminimalisir tindak kriminalitas dan meningkatkan rasa aman kepada masyarakat dari gangguan Kamtibmas dan gangguan tindak pidana lainnya,” ujar Ipda Esra.

Polsek Tembilahan Sita Tuak dari Warung di Tembilahan Kota

Sebelumnya,Polsek Tembilahan Kota yang melaksanakan Kegiatan Rutin Yang ditingkatkan (KRYD) di seputaran wilayah hukum Polsek Tembilahan, Selasa (16/3/2021) malam.

Kapolsek Tembilahan Ipda Raudo Perdana S.Tr.K memimpin patroli beserta 4 personil Polsek Tembilahan untuk meminimalisir terjadinya curanmor, curat, curas, premanisme dan kepemilikan senjata tajam (sajam).

Lagi- lagi pihak kepolisian berhasil mengamankan minuman keras (miras) jenis tuak dari sebuah warung di Jalan KH Dewantara, Kelurahan Tembilahan Kota, Kecamatan Tembilahan Kota.

“Sebanyak 8 botol minuman jenis tuak dari warung milik pria berinisial RS pun langsung diamankan Polsek Tembilahan Kota,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kapolsek Tembilahan Ipda Raudo Perdana S.Tr.K.

Menurut Kapolsek, kegiatan ini sekaligus untuk melaksanakan maping (pemetaan) dan pendataan terhadap masyarakat yang menimbulkan keresahan dan berpotensi berbuat tindak pidana di wilayah hukum Polsek Tembilahan.

“Dengan adanya kegiatan cipta kondisi yang dilaksanakan Polsek Tembilahan, akan menumbuhkan rasa simpati masyarakat dan rasa percaya masyarakat terhadap penegakan hukum,”ujar Ipda Raudo.

Polsek Tembilahan Hulu Tertibkan Warung Tuak

Sebelumnya, Polres Inhil gencar menertibkan penjualan minuman keras jenis tuak yang masih marak di wilayah ukumnya.

Penertiban gencar dilakukan buntut dari meninggalnya seorang warga akibat penganiayaan setelah korban dan pelaku sebelumnya sama-sama mengkonsumsi tuak.

Polsek Tembilahan Hulu langsung melakukan patroli terhadap warung-warung tuak.

Total sekitar 60 liter tuak berhasil diamankan Polsek Tembilahan Hulu dari dua warung yang ada di jalan Baharuddin Yusuf Prt. 07 Tembilahan Hulu, Senin (15/3/2021) lalu.

Kapolres Inhil AKBP Diam Setyawan melalui Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Rhino Handoyo, SH, menjelaskan, minuman tuak yang ditertibkan sebanyak 19 gallant ukuran 25 liter dari warung milik RP (53).

Dan 1 ember yang berisikan 35 liter tuak dari warung milik D (35).

“Kemarin sudah kita tindak bersama personil Sat Pol PP Kecamatan dan Kelurahan Tembilahan Hulu dengan disaksikan oleh Camat Tembilahan Hulu dan Lurah Tembilahan Hulu,” ungkap AKP Rhino.

Menurut AKP Rhino, pihaknya telah menyita seluruh miras jenis tuak yang didapatkan dalam penertiban tersebut dan dibawa ke Polsek Tembilahan Hulu.

“Tempat miras jenis tuak ini akan tetap kita pantau. Jika ke depannya masih menjual, akan kita tindak tegas,” ucap AKP Rhino.

Selain menyita tuak sebagai barang bukti, AKP Rhino juga sudah meminta pihak Kelurahan dan Satpol PP memanggil pemilik warung untuk membuat pernyataan.

“Pihak Satpol PP Kelurahan Tembilahan Hulu akan memanggil pemilik atau penjual tuak untuk membuat surat pernyataan agar tidak menjual kembali miras jenis tuak tersebut,” tuturnya.

Terakhir AKP Rhino mengatakan, Polsek Tembilahan Hulu akan gencar melakukan patroli dan himbauan kepada masyarakat untuk tidak menjual atau mengkonsumsi miras secara tidak bertanggung jawab.

“Kita mengingatkan sekaligus memberikan Peringatan keras kepada Penjual agar tidak menjual kembali miras tersebut,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya penikaman yang berawal dari mabuk tuak telah merenggut nyawa Safar.

Pria 28 tahun tersebut meregang nyawa setelah ditikam oleh S (21) saat keduanya sedang asik minum tuak bersama rekannya yang lain di depan sebuah Wisma Parit 7 Tembilahan Hulu, Kabupaten Inhil, Jumat (12/3/2021) malam.

Pada Saat itu Safar bersama Sarbaini (21) dan pelaku S bersama 6 orang temannya memang sedang nongkrong sambil minum miras jenis tuak

Dalam keadaan mabuk tuak, Safar dan Sarbaini tanpa ada alasan yang jelas menangkap dan mencekik leher S (pelaku), sehingga terjadi perkelahian 2 lawan 1.

S yang sudah Merasa terdesak mengeluarkan pisau dari pinggangnya untuk menyerang Safar dan Sarbaini hingga mengakibatkan Safar meninggal dunia di tempat dan Sarbaini melarikan diri dalam keadaan terluka parah.

Kurang dari 24 jam, tepatnya Sabtu (13/3) pukul 16.30 WIB, tim gabungan Polres Inhil dan Polsek Tembilahan Hulu berhasil mengamankan pelaku S di kediaman orang tuanya di Kecamatan Reteh.

Berita lain terkait razia

Penulis: Alex
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved