Breaking News:

Reaksi Pengusaha Rental Mobil di Pekanbaru Soal Sanksi Tilang Elektronik di Pekanbaru, Kurang Adil

Sistem Electronic Traffic Law Enforcement atau Tilang Elektronik di Pekanbaru mulai diterapkan, namun dinilai kurang adil dalam penerapan sanksinya

Tribun Pekanbaru/Dodi Vladimir
Reaksi Pengusaha Rental Mobil di Pekanbaru Soal Sanksi Tilang Elektronik di Pekanbaru, Kurang Adil. Foto: Kamera Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau Tilang Elektronik di Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau Tilang Elektronik di Pekanbaru mulai diterapkan, namun dinilai kurang adil dalam penerapan sanksinya.

Pasalnya, sebagian masyarakat yang menjalani bisnis sektor tertentu diperkirakan akan terkena imbas jika sanksi Tilang Elektronik di Pekanbaru diberlakukan, apalagi hingga pemblokiran STNK atau stnk

Salah seorang pengusaha rental mobil di Pekanbaru, Mirza kepada Tribunpekanbaru.com mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi terobosan dalam penertiban dan mengatur lalu lintas kendaraan di jalan raya melalui Tilang Elektronik di Pekanbaru .

Namun begitu, dikatakannya, untuk sektor usaha rental mobil nantinya akan banyak dirugikan ketika terjadi pelanggaran oleh konsumennya di jalanan, karena sanksi Tilang Elektronik di Pekanbaru hingga pemblokiran STNK atau stnk

Menurutnya, seharusnya yang diberikan sanksi adalah pengendara yang membawa kendaraan ketika itu, bukan pemilik kendaraan.

"Kurang adil kalau sanksinya pemblokiran STNK atau stnk , karena kita sebagai pengusaha rental mobil akan banyak dirugikan nantinya ketika pengguna mobil melakukan pelanggaran.

Sedangkan terjadi kerusakan pada mobil saja setelah dirental banyak juga yang tidak mau tanggung jawab.

Apalagi ada sanksi begini, kami makin banyak dirugikan nanti," kata Mirza kepada Tribun, Senin (5/4/2021).

Pengusaha rental mobil lainnya, Kurnia mengatakan, pihaknya lebih sepakat kalau yang diberikan sanksi adalah pelaku pelanggaran, bukan kendaraannya, karena akan banyak kemungkinan bahwa kendaraan yang dibawa adalah miliknya.

"Kalau saya lebih sepakat yang diberikan sanksi adalah pelaku pelanggarannya langsung, misalnya dengan memblokir Surat Izin Mengemudi (SIM)-nya, bukan STNK atau stnk .

Halaman
1234
Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved