Breaking News:

Vonis Terdakwa Korupsi di Pelalawan Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa, Pengacara Sebut Pihak Lain

Vonis terdakwa korupsi di Pelalawan kasus belanja Bahan Bakar Minyak (BBM) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan

Istimewa
Vonis Terdakwa Korupsi di Pelalawan Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa, Pengacara Sebut Pihak Lain. Foto: Pengacara terdakwa kasus Tipikor BBM Dinas PUPR Pelalawan, Ilhamdi SH MH 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Vonis terdakwa korupsi di Pelalawan kasus belanja Bahan Bakar Minyak (BBM) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan tahun 2015-2016 lebih rendah dari tuntutan jaksa.

Vonis terdakwa korupsi di Pelalawan bernama M Yasirwan dibacakan oleh majelis hakim Tipikor Pekanbaru pada Kamis (01/04/2021) pekan lalu.

Mengenai terdakwa korupsi di Pelalawan bernama M Yasirwan , ia adalah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dalam vonis yang dibacakan majelis hakim itu, terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun dan 6 bulan penjara dipotong masa tahanan yang telah dijalani.

Kemudian Yasirwan dijatuhi pidana denda sebesar Rp 200 juta dengan subsider 2 bulan kurungan.

Bekas pejabat Dinas PUPR Pelalawan itu juga diwajibkan membayar Uang Pengganti (UP) sebanyak Rp 1 Miliar lebih.

Jika tidak dibayar akan digantikan dengan hukuman penjara selama 2 tahun 9 bulan. 

Menanggapi putusan majelis hakim tersebut, pengacara terdakwa M Yasirwan, Ilhamdi SH MH menyebutkan, pihaknya cukup gembira dengan vonis tersebut.

Sebab pidana yang dijatuhkan kepada kliennya turun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan sebelumnya.

Namun pihaknya belum bisa memutuskan langkah selanjutnya untuk banding atau menerima putusan.

"Karena kami melihat masih ada pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved