Breaking News:

Banyak Gadis Remaja Kumpul di Salon, Terungkap, Ternyata Ini yang Diperbuat

Jadikan salon sebagai tempat mangkal, BY buka bisnis prostitusi Online yang melibatkan anak di bawah umur.

Dokumentasi KOMPAS.com / Nabilla Tashandra
Ilustrasi Prostitusi Online Gadis di Bawah Umur 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Jadikan salon sebagai tempat mangkal, BY buka bisnis prostitusi Online yang melibatkan anak di bawah umur.

BY (40) diamankan polisi usai kelakuannya menjual anak di bawah umur ke pria hidung belang ketahuan.

Satreskrim Polres Blitar Kota membongkar kasus prostitusi online anak di bawah umur.

Polisi menangkap BY (40), perempuan asal Kanigoro, Kabupaten Blitar, yang menjadi muncikari prostitusi online anak di bawah umur.

BY ditangkap di sebuah tempat kos di wilayah Sananwetan, Kota Blitar.

Tempat kos yang berkedok salon itu dipakai BY sebagai tempat mangkal anak di bawah umur yang akan dijual ke pria hidung belang.

Untuk sementara, polisi mendapatkan enam anak di bawah umur rata-rata pelajar yang dijadikan pekerja seks komersial (PSK) oleh BY.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan mengatakan kasus prostitusi online anak di bawah umur terbongkar berkat informasi dari masyarakat.

Dari informasi masyarakat, polisi melakukan penyelidikan lalu menggerebek tempat kos yang disewa BY di wilayah Sananwetan, Kota Blitar.

"Ada informasi dari masyarakat, lalu dilakukan penyelidikan dan penangkapan di lokasi," kata Yudhi, saat merilis kasus itu, Rabu (7/4/2021).

Dikatakannya, saat penangkapan polisi mendapati sepasang pria dan perempuan, empat anak perempuan dan muncikari di lokasi.

"Kami masih menemukan enam anak perempuan di bawah umur yang dijadikan PSK oleh pelaku. Rata-rata masih berstatus pelajar. Mereka ini korban," ujar Yudhi.

Yudhi memperkirakan masih ada anak perempuan lagi yang dijual oleh BY ke pria hidung belang.

"Tidak menutup kemungkinan jumlah anak di bawah umur yang dijual pelaku bertambah. Kami terus dalami. Pelaku menjual anak di bawah umur lewat WhatsApp," katanya.

Baca juga: Baju Anak Tiri Sering Tersingkap, Papa Muda Di Tabalong Ini Pun Khilaf

Siswi SMP dan SMA Terjebak Prostitusi Online

Kacau, siswi SMP dan SMA jadi korban, dan terjebak Prostitusi Online di Pontianak, layanan pemuas nafsu om-om hidung belang dilakukan di hotel.

Kabar ini menghebohkan Pontianak Selatan.

Prostitusi Online ini berhasil dibongkar polisi.

Sebagian dari gadis-gadis itu masih sekolah, berstatus siswi SMP dan SMA.

Mereka melayani birahi pria di kamar hotel.

Alhasil, 22 orang yang terdiri dari 13 pria dan 9 wanita diamankan tim gabungan dari Polresta Pontianak bersama Polsek Pontianak Selatan dan KPPAD Kalimantan Barat, Rabu 30 Maret 2021 malam.

Mereka diamankan petugas gabungan di 4 kamar berbeda dalam sebuah hotel di yang berada di kawasan Kecamatan Pontianak Selatan.

Dari hasil pendataan, 22 orang yang diamankan tersebut terdiri dari 18 orang masih berstatus anak di bawah umur.

Kemudian, 11 diantara mereka masih berstatus pelajar, 6 pelajar SMP dan 5 merupakan pelajar SMA.

Kapolresta Pontianak Kombespol Leo Joko Triwibowo mengatakan pihaknya masih akan melakukan pendataan terhadap seluruh orang yang amankan tersebut guna proses lebih lanjut.

"Ini merupakan fenomena kemanusiaan, dan kami akan bersinergi dengan berbagai stakeholder untuk menangani ini,

kami dari kepolisian akan memilah siapa - siapa yang masuk ke ranah hukum, ataupun untuk pembinaan,"ujarnya.

Terhadap sanksi ke pihak hotel, Kombespol Leo mengatakan Kepolisian masih akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kota dan instansi terkait.

Jika nanti terdapat unsur kesalahan dari pihak hotel maka instansi terkait lah yang akan memberikan sanksi, pihak Polresta Pontianak hanya memberikan masukan, dan memproses hukum bilamana terdapat unsur pidana.

Komisioner KPPAD Kalbar Alik R Rosyad menyampaikan, saat dilakukan penggrebekan terdapat sejumlah orang yang kabur saat melihat petugas, dan diantaranya merupakan target dari KPPAD.

"Ada sekitar 18 orang yang kabur yang memang target dari kita, dan tadi sudah kita identifikasi," ujar Alik.

Dari yang diamankan tersebut, dikatakan Alik banyak diantaranya yang sudah pernah diamankan sebelumnya.

Saat ini seluruh orang yang diamankan tersebut sudah diamankan di PLAT (Pusat Layanan Anak Terpadu) guna proses pendataan lebih lanjut.

Dijelaskannya, akan berbeda penanganan anak yang diduga terlibat unsur pidana dan yang tidak terlibat.

"Itu nantinya akan ditindaklanjuti oleh pemerintah Kota Pontianak," katanya.

Alik berharap, Pemerintah Kota Pontianak dapat memiliki langkah lanjutan terhadap penyedia jasa yang turut memfasilitasi prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur ini.

Agar generasi muda di Kota Pontianak dapat terselamatkan dari hal negatif seperti ini.

( Tribunpekanbaru.com )

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Polisi Kota Blitar Bongkar Prostitusi Online, Korban Rata-rata Masih Pelajar, https://surabaya.tribunnews.com/2021/04/07/polisi-kota-blitar-bongkar-prostitusi-online-korban-rata-rata-masih-pelajar.
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved