Breaking News:

Heboh Larangan Siwi SMP Muslim Berjilbab Di Kota Ambon, Begini Fakta Dan Kelanjutannya

Diketahui, pihak SMP Citra Kasih menolak keinginan Hatala yang hendak mendaftarkan anaknya itu di sekolah tersebut lantaran menggunakan jilbab.

Gambar oleh Pezibear dari Pixabay
ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dunia pendidikan di Indonesia kembali digemparkan dengan tindakan intoleran dari pihak sekolah. 

Setelah heboh soal wajib jilbab bagi siswi non muslim di Kota Padang, kini Indonesia kembali digemparkan dengan isu larangan berjilbab bagi siswi muslim dari pihak sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Ambon.

Isu tersebut menjadi topik hangat di kalangan masyarakat.

Isu tersebut terungkap setelah kekecewaan calon orang tua murid yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut ditumpahkan ke media sosial dengan akun Facebook @Shelvia Kanal.

"Pelarangan berhijab di sekolah sebenarnya menyalahi prinsip toleransi dan bhineka tunggal ika, apalagi dengan dalih untuk penyeragaman biar tidak terlihat perbedaan," tulis postingan tersebut.

Ternyata yang memposting unggahan itu adalah Chishelvia Hatala, orang tua yang anaknya ditolak bersekolah di salah satu sekolah 'elit' di Kota bertajuk manise itu karena ingin berjilbab.

Diketahui, pihak SMP Citra Kasih menolak keinginan Hatala yang hendak mendaftarkan anaknya itu di sekolah tersebut lantaran menggunakan jilbab.

Menurut Hatala, pihak sekolah beralasan tidak ingin ada perbedaan di sekolah.

Dilansir dari TribunAmbon.com pada Rabu (7/4/2021), Shelfia menyatakan pemerintah kota yang diwakili Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler telah mempertemukan dirinya dengan kepala sekolah serta Kepala Dinas Pendikan Kota Ambon, Fahmi Sallatalohy.

Mediasi itu digelar di ruang kerja Wakil Walikota, Kamis (1/4/2021) pagi.

Halaman
12
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved