Breaking News:

Niat Hati Menolong Pompong Rekan  yang Hanyut, Pria di Inhil Malah Tewas Tenggelam

Seorang pria di Inhil tewas tenggelam setelah berusaha menolong rekannya. Niat baik berujung petaka bagi Udin (40). Jasad ditemukan Rabu.

Ist
Seorang pria di Inhil tewas tenggelam setelah berusaha menolong rekannya, Selasa (6/4/2021) siang. Jasad Udin (40) Warga Desa Sungai Bela yang ditemukan meninggal dunia di evakuasi Tim Sar Gabungan di perairan Sap 5 Desa Sungai Buluh, kecamatan Kuindra, kabupaten Inhil, Riau, Selasa (6/4/2021) siang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KUALA INDRAGIRI (KUINDRA) – Seorang pria di Inhil tewas tenggelam setelah berusaha menolong rekannya, Selasa (6/4/2021) siang.

Niat baik ingin menolong kapal pompong milik rekannya yang hanyut justru berujung petaka bagi Udin (40).

Warga Desa Sungai Bela ini malah hanyut dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di perairan Sap 5 Desa Sungai Buluh, kecamatan Kuindra, kabupaten Inhil, Riau, Selasa (6/4/2021) siang.

Sebelumnya, Senin (5/4) sekira pukul 18.00 WIB, Udin mencoba membantu rekannya Misran (saksi) dengan terjun dari pelantar togok, namun sebelum sampai ke pompong Udin tidak muncul lagi.

Pada saat itu Misran sedang mengambil isi togok dan angin bertiup kencang di sertai ombak sehingga menyebabkan tali pengikat pompong Misran yang dipegang oleh Yanto terlepas dan hanyut terbawa arus.

Melihat kejadian tersebut, Yanto (saksi) dan Udin mencoba membantu Misran dengan terjun dari pelantar togok hingga akhirnya Udin tenggelam.

Misran dan Yanto pun panik melihat dan mencari Udin yang tenggelam namun tetap tidak ditemukan.

Akhirnya saksi langsung pulang ke Desa Sungai Bela dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Desa Sungai Bela dan pihak terkait setempat.

Kantor Basarnas Pekanbaru melalui Kepala Pos Siaga SAR Tembilahan, Rio Putra, menjelaskan, korban di temukan oleh Tim Sar gabungan setelah dilakukan penyisiran di sepanjang perairan Sap 5 Sungai Buluh.

“Udin ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban sudah diserahkan oleh pihak Pustu Desa Sungai Bela kepada keluarga korban,” ungkap Rio, Rabu (7/4).

Lebih lanjut Rio mengatakan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban memiliki riwayat menderita sakit asam lambung (Maag).

“Berdasarkan dari hasil pemeriksaan visum sementara terhadap korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” pungkas Rio. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved