Breaking News:

Utang Negara Menggunung, Said Didu Sarankan Pemerintah Jokowi Taubat dan Buat Surat Wasiat

Said Didu menerangkan, sebenarnya saat ini kondisi utang publik Indonesia sudah tidak aman lantaran sudah berada di atas 80 persen dari PDB.

Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Said Didu 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Makin menggunungnya utang Indonesia beberapa waktu belakangan ini, membuat berbagai kalangan mengkhawatirkan dan bahkan sudah pada titik mengkhawatirkan.

Sehingga tidak sediktit pula saran dan kritikan terhadap pemerintah untuk melakukan langkah antisipasi agar tidak memberatkan generasi ke depan.

Mengutip WARTAKOTALIVE.COM kritikan yang muncul dari Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu yang kembali menyoroti melonjaknya jumlah hutang negara.

Ia mengungkapkan, saat ini telah terjadi peningkatan jumlah utang secara signifikan.

ia juga mengungkapkan, pemerintah mencari cara agar jumlah utang yang ada kini, masih berada di angka 60an persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Salah satunya, dengan tidak memasukkan komponen utang publik lainnya, semisal utang BUMN dan utang Bank Indonesia, sehingga angka utang yang saat ini masih terkesan aman.

Hal itu Said Didu sampaikan saat melakukan wawancara dengan Hersubeno Arief di akun Youtubenya.

Said Didu menerangkan, sebenarnya saat ini kondisi utang publik Indonesia sudah tidak aman lantaran sudah berada di atas 80 persen dari PDB.

"Banyak informasi yang publik harus paham. Utang publik sekarang sudah di atas 80 pesen dari PDB. Utang publik adalah utang yang apabila terjadi kegagalan, maka pemerintah sebagai negara akan mengambil alih dan membayarnya," ujar Said Didu dikutip Warta Kota pada Senin (5/4/2021).

Said Didu lantas menjelaskan apa itu utang publik.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved