Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Jaga Stok Barang Jelang Puasa dan Tekan Inflasi, BI Bersama Pemprov Riau Gelar HLM TPID

Dalam menghadapi momen Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, Bank Indonesia Riau telah menyiapkan kebutuhan uang tunai sebesar Rp 5,5 triliun

TRIBUNPEKANBARU.COM-- Inflasi Provinsi Riau hingga bulan Maret 2021 mencapai sebesar 0,10% (mtm) atau 1,87% (yoy). Hasil itu meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,32% (mtm) atau 1,76% (yoy).

Inflasi tersebut juga lebih tinggi dibandingkan Sumatera dan Nasional yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,02% (mtm) dan 0,08% (mtm). Secara umum, inflasi masih terpantau rendah dan terkendali.

Tingginya inflasi dan guna mengendalikan inflasi dan menjaga stok atau ketersedian barang serta menjaga kestabilan harga di Riau, Rabu (7/4) Pemerintah Provinsi Riau melalui Biro Perekonomian Setdaprov Riau bersama dengan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Riau gelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se Provinsi Riau dan TP2DD.

HLM TPID se Riau yang dilaksanakan disebuah hotel berbintang Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru itu mengusung tema stabilitas pasokan dan pengendalian harga untuk mendukung pemulihan ekonomi di Provinsi Riau, membahas ketersediaan stok dan pasokan serta stabilitas harga jelang Ramadhan, inflasi daerah dan langkah-langkah pengendalian inflasi daerah. 

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Riau - Edy Natar Nasution dihadiri Kapolda Riau, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Riau Decymus, Kepala Bulog Divre Riau Kepri, Kepala Daerah sekaligus Ketua TPID se Riau, Bagian Perekonomian se Riau dan Tim High Level TPID Riau

Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Brigjen (Purn) TNI H Edy Afrizal Natar Nasution mengatakan, Pemerintah Provinsi Riau bersama-sama dengan seluruh Kabupaten/Kota di Riau, Bank Indonesia, Kepolisian Daerah Riau, Bulog Divre Riau Kepri, dan seluruh instansi terkait senantiasa bersinergi dan berkoordinasi erat dalam rangka menjaga ketahanan pangan menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri tahun 2021 / 1442 Hijriah, sekaligus menstabilkan harga bahan pangan pokok, sebagai bagian dari penguatan Program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Riau. 

"Tujuan TPID Riau dalam menjaga ketahanan pangan adalah untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat Riau bahwa pangan pokok di Provinsi Riau memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di masa bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat berbelanja sesuai dengan harga yang stabil. Untuk itu patut kita syukuri bahwa harga-harga bahan makanan tidak melonjak tinggi," ujar Wakil Gubernur Riau Brigjen (Purn) TNI H Edy Afrizal Natar Nasution kepada awak media, Rabu (7/4).

Oleh karena itu tambah Wagub, angka inflasi tersebut perlu dijaga untuk menjaga daya beli di tengah momentum pemulihan ekonomi nasional.

"Selanjutnya, dapat kami sampaikan bahwa ketersediaan bahan pangan pokok di Riau berada pada jumlah yang cukup memadai hingga Juli 2021," ucapnya.

Bahkan komoditas seperti cabai rawit dan daging sapi diperkiran tetap tersedia hingga akhir Agustus 2021.

"Beberapa komoditas seperti jagung, gula pasir, minyak goreng, dan cabai merah keriting akan terus dipantau ketersediaannya dan akan dipasok dari provinsi lain secara berkala," ungkap Wagubri.

Kemudian cadangan kecukupan bahan pokok tersebut dapat sewaktu-waktu ditingkatkan, sejalan dengan telah disepakatinya Kerjasama Antar Daerah (KAD) tanggal 22 April 2020 oleh Kepala Daerah se-Sumatera untuk menjamin kecukupan pasokan bahan pangan pokok di masing-masing Provinsi.

Meskipun demikian, TPID Riau tetap akan memantau jumlah persediaan bahan pangan pokok di pasar-pasar di Riau.

"Kita juga akan mengawasi pergerakan harga bahan pangan pokok di tingkat distributor dan pedagang yang bekerja sama dengan Satgas Pangan Kepolisian Daerah Riau," ujar Edy.

Satgas Pangan akan menindak tegas oknumoknum distributor dan pedagang yang diduga sengaja melakukan penimbunan bahan pangan pokok dan/atau membuat harga menjadi tidak wajar.

"Untuk itu TPID Riau melalui Pemprov Riau dan seluruh Kabupaten/Kota Riau juga berkomitmen menjaga kelancaran jalur distribusi bahan pangan pokok di tengah penerapan PSBB di beberapa Kabupaten/Kota di Riau," ucapnya.

Selain itu, Pemprov Riau dan seluruh Kabupaten/Kota Riau bersama-sama dengan Bulog Riau akan terus melakukan inovasi dalam pelaksanaan pasar murah.

Contohnya, Bulog Riau telah membuka kanal pemesanan bahan pangan pokok secara online melalui bulogdapurkita.com dengan dukungan fitur delivery serta pemesanan via website dan aplikasi WhatsApp.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Decymus mengungkapkan, tingginya angka inflasi di Riau harus diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi Riau yang dipicu akibat terjadinya gejolak harga barang kebutuhan pokok di pasaran.

Ada beberapa langkah jitu yang bisa dilakukan, seperti pemangkasan alur distribusi dari produsen ke konsumen hingga pengaturan siklus pola tanam kepada para petani di Riau.

"Dari 12 barang kebutuhan mendasar masyarakat, hanya 1 barang yakni minyak goreng yang tidak mengalami defisit.

Meski stok dan pasokan mencukupi, namun harga mengalami fluktuasi terutama untuk komoditi cabe merah, bawang merah, telur dan daging ayam.

Kalau inflasi tinggi, harga-harga tinggi, maka masyarakat yang akan merasakan dampaknya," ujar Decymus.
Dalam jangka waktu 3 bulan ini saja, inflasi di Riau sudah mencapai angka 1,8 persen.

Padahal, kita masih ada waktu selama 9 bulan ke depan sedangkan ambang batas angka inflasi nasional yakni 3,5 persen.

"Stabilitas harga barang kebutuhan harus dijaga, salah satunya dengan mengatur siklus pola tanam komoditas pertanian dan memangkas alur distribusi dari produsen ke masyarakat," ucapnya.

Dalam kesempatan itu Asral Mashuri selaku Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Riau Bidang Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Manajemen, memberikan informasi terkait perkembangan TP2DD di Riau.

Pasalnya, akan ada pembentukan 4 TP2DD tambahan di Riau.

"Sebelumnya, kita telah mengukuhkan TP2DD Provinsi Riau, Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

Ini merupakan pilot project, yang nantinya akan segera disusul oleh Kabupaten-Kota lainnya di Riau.

Dalam waktu dekat ini, kita akan mengukuhkan TP2DD di Kota Dumai, Siak, Bengkalis dan Inhil," ujar Asral Mashuri.

Dalam menghadapi momen Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, Bank Indonesia Riau telah menyiapkan kebutuhan uang tunai sebesar Rp 5,5 triliun.

Rencananya, BI Riau juga akan menghadiri kegiatan High Level Meeting TPID yang dilaksanakan oleh Pemko Pekanbaru dan Pemko Dumai yang dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat besok.

( Tribunpekanbaru.com /Rino Syahril)

Penulis: Rino Syahril
Editor: didik ahmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved