Breaking News:

KKB Papua Semakin Terjepit, Irjen Mathius D Fakhiri Desak Mundur KKB dari Perkotaan, Mereka Mundur!

KKB Papua semakin terjepit oleh Satgas Nemangkawi gabungan TNI-Polri yang terus mengintensifkan perburuan mereka di pelosok Papua.

foto istimewa
Ilustrasi KKB Papua. 

"Bahkan anak-anak Papua juga sukses di luar negeri memberikan kebanggaan negara sehingga mereka merasa puas atas perhatian dari Pemerintah.

Belum lagi banyaknya infrastruktur dan pembangunan di Papua mulai dapat dinikmati masyarakat Papua," ungkap Ali Kabiay.

Setelah para tetua mereka meninggal, menurut Ali Kabiay, pada titik inilah OPM sudah tidak ada alias sudah punah karena secara tidak langsung, Gerakan OPM tidak dilanjutkan oleh penerus keluarga mereka.

Sebagai contoh, sebut Ali Kabiay Ketua Dewan Adat Presidium Papua saat itu Theys Hiyo Eluay yang merupakan tokoh perjuangan Papua merdeka.

Kini anaknya yakni Yanto Eluay telah mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai anggota DPRD Kabupaten Jayapura dan terus melakukan terobosan bersama pemerintah untuk membangun papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tokoh pemuda Papua Ali Kabiay mengakui, ketika negara sudah sangat memberikan perhatian kepada masyarakat Papua baik kesejahteraan, kesempatan belajar dan menduduki pemerintahan, yang dulu mereka menyebut dirinya OPM sekarang adalah bagian dari warga negara Indonesia.

"Dan bila ada yang masih menyebut diksi OPM-TPNPB mereka adalah bagian penyusupan politik bukan murni dari mereka karena sesungguhnya mereka sudah punah.

Omong kosong jika ada OPM-TPNPB. Karena yang ada sekarang ini adalah Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB yang berada di area pegunungan," ujarnya.

Warga Tembagapura Berbondong-bondong Menolak Keras KKB Papua

Sementara itu, warga Tembagapura, Papua berbondong-bondong menolak keras keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Satgas Nemangkawi pun mengapresiasi sikap tersebut.

Seperti diketahui, ratusan warga pendulang di Utikini Baru, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, menyatakan sikap bersama menolak keras aksi tindak kekerasan KKB Papua.

"Kami mendukung penuh tindak penegakan hukum oleh aparat keamanan TNI-Polri terhadap pelaku tindak kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata" kata juru bicara warga Distrik Tembagapura Pdt. Giman Magay dalam aksi deklarasi bersama warga di Kampung Waa Banti, Jumat.

Melansir dari Antara, Pdt. Giman meminta aparat keamanan TNI-Polri wajib menjaga masyarakat yang melakukan aktivitas kerja pendulangan dan melakukan rutinitas keseharian berkebun di area perkampungan Utikini hingga di Banti 1 dan Banti 2.

"Kami menolak keras KKB Papua yang akan masuk, kemudian mengganggu keamanan di kampung kami" kata Giman.

Sebagai tokoh agama Pdt. Giman juga mengajak semua kepala kampung tokoh agama dan tokoh masyarakat supaya bekerja sama mendukung penuh aparat keamanan TNI-Polri.

Sementara itu, tokoh pemuda Jos Magay memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran personel gabungan keamanan TNI-Polri dalam menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat pendulung.

Jos Magay juga secara tegas menolak aksi tindak kekerasan yang kerap dilakukan KKBPapua di Tembagapura.

"Kami menolak keras adanya kelompok-kelompok yang akan masuk, kemudian membuat keonaran karena mereka sangat menganggu ketenangan warga, khususnya di Tembagapura" ujar Jos Magay.

Tokoh pemuda Jos Magay mendukung penuh tindakkan hukum oleh TNI-Polri di Distrik Tembagapura.

Kegiatan deklarasi warga menolak kekerasan KKB Papua mendapat respon dari Kapolsek Tembagapura Ipda Eduardus Edison.

Respon Kapolsek dengan mengungkapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat serta disampaikan harapan kedepannya.

"Harapan kami agar kita bersama sama menjaga kemanan di wilayah Tembagapura karena keamanan bukan semata mata merupakan tanggung jawab aparat keamanan namun keamanan adalah tanggungjawab kita bersama" ungkap Kapolsek Tembagapura Ipda Eduardus Edison.

Sementara itu, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol. M. Iqbal Al Qudussy saat dikonfirmasi sangat mengapresiasi dan memberikan rasa hormat kepada warga yang secara bersama-sama menolak kekerasan KKB Papua dan mendukung penuh penegakan hukum oleh aparat TNI-Polri.

"Hal ini patut menjadikan contoh bagi wilayah lain untuk bersama-sama dengan TNI-Polri dalam menjaga kamtibmas, terutama dalam memerangi aksi kekerasan KKB Papua" kata Iqbal.

Kegiatan deklarasi menentang menolak kekerasan KKB Papua dihadiri sekitar 150 orang yang disaksikan personel keamanan TNI-Polri wilayah Tembagapura, tokoh agama Pendeta Giman Magay, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, kepala suku, kepala pendulang kali kabur, serta masyarakat Kampung Banti.

( Tribunpekanbaru.com )

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kabar Terbaru KKB Papua Semakin Terjepit Satgas Nemangkawi, Irjen Mathius D Fakhiri: Mereka Mundur, https://surabaya.tribunnews.com/2021/04/08/kabar-terbaru-kkb-papua-semakin-terjepit-satgas-nemangkawi-irjen-mathius-d-fakhiri-mereka-mundur?page=all.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved