Breaking News:

Plt Kepala Kantor Kemenag Pelalawan Meninggal karena Covid-19, Diskes Ungkap Gejala Dialami Hazmar

Plt Kepala Kantor Kemenag Pelalawan meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19) pada Rabu (07/04/2021) lalu.

ISTIMEWA
Plt Kepala Kantor Kemenag Pelalawan meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Plt Kepala Kantor Kemenag Pelalawan meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pelalawan, H Hazmar S.Ag, wafat pada Rabu (07/04/2021) lalu.

Hal itu dipastikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, Asril M.Kes, saat dikonfirmasi tribunpekanbaru.com.

Hal itu diperkuat dengan data harian penambahan kasus Covid-19 di Pelalawan pada tanggal 3 April 2021.

Ada dua pasien baru pada hari itu, satu diantaranya seorang laki-laki berinisial HZ (45) asal Pangkalan Kerinci yang merupakan pasien suspek corona di Rumah Sakit Efarina.

Kemudian pada tanggal 6 April Hazmar meminta keluar dari ruang isolasi RS Efarina dan ingin menjalani isolasi secara mandiri di rumahnya.

Sebab kondisinya sudah semakin membaik dan keluhan yang dirasakan semakin ringan.

"Dengan segala pertimbangan rumah sakit mengizinkan. Pasalnya, pasien juga memaksa dan kondisinya memang sudah membaik. Jadi pihak rumah sakit tidak bisa kita salahkan," beber Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, Asril M.Kes, kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (08/04/2021).

Asril terus mengontrol kondisi Hazmar sejak dirawat di rumah sakit.

Bahkan saat hendak menjalani isolasi mandiri, Diskes mengirimkan petugas kesehatan untuk mengontrol kondisinya sesuai dengan prosedur medis bagi warga yang menjalani isolasi mandiri.

Tetapi sehari setelah keluar rumah sakit pada Rabu (07/04/2021) pagi, kesehatan Hazmar kembali menurun dan keluhannya semakin berat yakni pada bagian dadanya.

Diskes kemudian mengirimkan ambulance dan petugas medis untuk menjemput Hazmar dan hendak dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan lebih intensif.

Namun pihak keluarga menolak dengan alasan menunggu keluarga dari Jambi yang membawa obat untuk almarhum.

Alhasil petugas pulang sambil memantau kondisi di kediaman almarhum.

Menjelang siang hari, kondisinya semakin memburuk dan ambulans kembali dikirim lengkap dengan Nakes.

Lagi-lagi ditolak dengan alasan jika Hazmar tidak terkena Covid-19 l, tetapi ada gangguan kesehatan lainnya.

"Setelah dua kali ambulan kita kirim dan pulang lagi, selepas siang almarhum meninggal dunia," tandas Asril.

Setelah meninggal dunia, Diskes menyarankan kepada pihak keluarga agar jenazah diselenggarakan secara protokol Covid-19 dan dilanjutkan dengan pemakaman sesuai aturan pemerintah.

Tetapi pihak keluarga menolak dan bertahan agar almarhum dikebumikan seperti tata cara biasa.

Diskes kembali melakukan pendekatan melalui tokoh masyarakat dan tokoh agama, namun keluarga tetap bertahan.

Alhasil jenazah korban dibawa pihak keluarga ke Kampa Kabupaten Kampar untuk dikebumikan di kampung halaman.

Lantaran kondisi jenazah korban belum sesuai dengan protokol Covid-19, Diskes Pelalawan menghubungi Diskes Kampar dan menyampaikan kondisi yang terjadi.

"Diskes Kampar mengirimkan petugas ke rumah duka dan menyelenggarakan protokol Covid-19. Saya juga menyarankan anggota keluarga yang ikut membawa jenazah dilakukan rapid antigen," tukas juru bicara Satgas Covid-19 Pelalawan ini. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Berita Riau Hari Ini

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved