Breaking News:

Video Berita

VIDEO Wakil Ketua Poktan SUM Pelangiran Bantah Pihak Mengaku Humas Poktan: Hormati Proses Hukum

Hal ini pun berbuntut pada rencana pengaduan ke Menkopolhukam RI di Jakarta oleh pihak yang mengaku sebagai Humas dari Kelompok Tani SUM Pelangiran

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Permasalahan bagi hasil Minyak Kolam (Miko) PT. THIP Pelangiran bersama kelompok tani Sinar Usaha Maju (SUM) Desa Tanjung Simpang melibatkan banyak pihak.

Permasalahan yang sudah memasuki ranah hukum ini diketahui telah menyeret 5 oknum, antara lain, yaitu, oknum Kepala Desa (Kades), oknum organisasi masyarakat (ormas) dan oknum Kelompok Tani SUM Pelangiran.

Hal ini pun berbuntut pada rencana pengaduan ke Menkopolhukam RI di Jakarta oleh pihak yang mengaku sebagai Humas dari Kelompok Tani SUM Pelangiran.

Humas Kelompok tani SUM bernama Syaiful ini mewakili pihak Kelompok tani mencari keadilan dan menampik tudingan fitnah yang di layangkan PT Tabungan Haji Indo Plantation (THIP) di Desa Tanjung Simpang, Pelangiran, Inhil, Riau.

Namun aksi ini dinilai oleh anggota kelompok tani lainnya tidak mewakili Kelompok Tani SUM Pelangiran.

Wakil Ketua kelompok tani (Poktan) SUM, Bahtiar bersama pengurus dan anggota bahkan menyatakan tidak mengenal Syaiful sebagai pihak yang mengatasnamakan sebagai Humas Poktan SUM.

Bahtiar mengklarifikasi atas tudingan pihak yang mengaku sebagai Humas Poktan Sinar Usaha Maju Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran.

“Saya merasa keberatan dan tidak mengenal Syaiful yang mengatasnamakan sebagai Humas Poktan SUM.

Saya dan Anggota Poktan SUM nyatakan Syaiful Bukanlah Bagian dari Kita,” ungkap Bahtiar, Selasa (6/4).

Bahtiar berharap tidak ada lagi kedepannya pihak – pihak yang mengatasnamakan kelompok tani SUM Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran.

Halaman
123
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: didik ahmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved