Breaking News:

Berita Riau

Kajari Kuansing Didemo Mahasiswa dan Pemangku Adat, Dinilai Bikin Gaduh dan Diminta Pindah

Massa pendemo yang terdiri dari mahasiswa dan pemangku adat ini minta Kejagung memindahkan Kajari Kuansing Hadiman yang dinilai telah buat gaduh.

Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan
Massa gabungan mahasiswa Uniks Kuansing dan pemangku adat di Kuansing lakukan aksi demontrasi di Kejari Kuansing. Salah satu tuntutan meminta Kejagung memindahkan Kajari Hadiman. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Massa gabungan mahasiswa dan pemangku adat Kenegerian Taluk Kuantan, Jumat pagi (9/4/2021) menggeruduk Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing menggelar aksi demontrasi.

Salah satu tuntutannya, meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) memindahkan kepala kejaksaan negeri (Kajari) Kuansing, Hadiman SH, MH.

"Meminta Kejaksaan Agung untuk memindahkan Kejari Kuansing karena telah membuat kegaduhan yang berulang-ulang dengan perkara yang sama," kata Lista Angga, koordinator aksi demontrasi tersebut dalam orasinya.

Orasi tetsebut juga menjadi salah satu tuntutan massa. Ada dua tuntutan lainnya.

Baca juga: Ada Spanduk Minta Kajari Kuansing Angkat Kaki dari Kuansing, Ini Tanggapan Kajari

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran ASN di Kuansing, Tidak Ada Sanksi Bagi Pelanggar

Dua tuntutan lainnya yakni meminta Kejati Riau untuk mengkaji ulang kebijakan-kebijakan yang di ambil oleh Kejari Kuansing dalam dugaan SPPD Fiktif di BPKAD Kuansing.

Terakhir, meminta semua elemen untuk bersinergi agar Kabupaten Kuantan Singingi bisa keluar dari permasalahan yang sedang terjadi pada saat sekarang ini.

Tutuntan massa tersebut karena melihat dinamika hukum yang terjadi di Kuansing akhir-akhir.

Dinamika hukum yang sudah berlarut-larut dan sangat menghambat pembangunan di Kuansing.

"Setelah kalah dari praperadilan Kajari Kuansing sudah mengeluarkan statement akan melakukan penuntutan kembali dengan kasus yang sama. Artinya ini semacam mainan yang tidak berujung," tegas demontrans.

Dengan kondisi di Kuansing saat ini, para demontrans menilai seolah-olah hukum tidak ada kepatian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Halaman
123
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved