Breaking News:

Fadli Zon Marah Kajian Ramadhan Pelni Dibatalkan, 'Akibat BUMN Diisi Relawan Pilpres Parasit'

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon geram dengan sikap Komisaris Independen PT Pelni (Persero) Kristia Budiyarto

Editor: Muhammad Ridho
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Fadli Zon 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon geram dengan sikap Komisaris Independen PT Pelni (Persero) Kristia Budiyarto atau Kang Dede yang membatalkan acara ceramah keagamaan selama Ramadan bagi keluarga besar PT Pelni (Persero).

Tidak hanya itu, Kang Dede juga mencopot sejumlah pejabat yang terlibat dalam kepanitiaan acara tersebut sekaligus membahas soal adanya indikasi radikalisme.

Fadli Zon menyebut, sikap yang ditunjukkan Kang Dede sebagai dampak BUMN diisi oleh orang yang tidak profesional.

Menurut Fadli Zon, fenomena menempatkan tim sukses atau pendukung pada pemilihan presiden di instansi BUMN berdampak tidak baik.

"Ini salah satu akibat kalau BUMN diisi orang-orang tidak profesional atau sekedar balas jasa sebagai relawan/pendukung pilpres. Parasit," tulis Fadli Zon di akun Twitternya, menanggapi isu tersebut, Sabtu (10/4/2021).

Fadli Zon menyebut, saat ini telah terjadi fenomena Islamphobia dan mudah sekali bagi orang-orang melabeli ulama dengan radikalisme.

"Ada yg terpapar Islamophobia krn miskin pemahaman Islam n literasi sejarah peradaban Islam. Akhirnya dengan mudah bikin stempel “radikal-radikul," tulis Fadli Zon 

Diberitakan sebelumnya, Kristia Budiyarto atau Kang Dede menjadi sorotan publik setelah tindakannya membatalkan rencana kegiatan ceramah keagamaan di bulan ramadan di lingkungan PT Pelni (persero).

Tindakannya mendapatkan kritik keras dari banyak pihak.

Terlebih, dia menyebut kata radikalisme dalam pengumuman pencopotan pejabat PT Pelni yang terlibat dalam kepanitiaan acara pengajian itu.

Banyak yang bertanya kepada dirinya di media sosial, radikalisme macam apa yang dimaksud Kang Dede tersebut.

Baca juga: Kang Dede Batalkan Ceramah Ketua Komisi Dakwah MUI di Pelni, Fadli Zon:Ada yang Terpapar Islamphobia

Kang Dede pun membagikan flyer jadwal kajian yang rencananya digelar secara online tersebut.

Beberapa pengisi kajian dalam ceramah yang dijadwalkan itu di antaranya, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis, Ustaz Firanda, Ustaz Syafiq Rizas Basamalah, Ustaz Rizal Yuliar.

"Sumbu pendeknya di mana ya ? Coba kamu dengar kajian ustaz firanda, syafik, subhan mana ada kontra dg pemerintah. Yah palingan juga dari kalanganmu tidak laku, itu aja masalahnya," tulis @herdiaseli menanggapi pengumunan pembatalan di akun @kangdede78

"Kelihatannya Bapak yang bersikap Radikal ya?! Para penceramah ini berada di garda paling depan dalam melawan doktrin-doktrin radikalisme. Ceramah mereka tersebar luas mengajarkan taat kepada pemerintah yang sah dalam perkara yang baik," tulis Muchammad Taufiq

Baca juga: Aksi Heroik Warga Ciputat Gagalkan Aksi Perampokan, Tak Gentar saat Pelaku Menembak Bertubi-tubi

Kang Dede sebelumnya mengumumkan pembatalan itu dengan terang-terangan di media sosialnya.

"Sehubungan flyer info penceramah dlm kegiatan Ramadhan di lingkungan PT @pelni162
dr Badan Dakwah Pelni yg sudah beredar luas perlu saya sampaikan bahwa: Panitia menyebarkan info terkait pembicara Ramadhan belum ada ijin dari Direksi. Oleh sebab itu kegiatan tsb DIBATALKAN," tulis Kang Dede di akun Twitternya.

Baca juga: Sikapi Banyaknya Konflik Agraria, Moeldoko Bentuk Lembaga Bantuan Hukum HKTI

Baca juga: Ternyata Karena Ini Hotma Sitompul Bangun Tembok yang Pisahkan Rumahnya dengan Rumah Desiree Tarigan

Tidak hanya itu, Kang Dede juga menegaskan mencopot pejabat yang terlibat dalam kepanitiaan acara ceramah ramadan tersebut dan menudingnya terlibat radikalisme.

"Selain itu pejabat yg terkait dgn kepanitiaan acara tsb telah DICOPOT. Ini pelajaran sekaligus WARNING kpd seluruh BUMN, jangan segan-segan MENCOPOT ataupun MEMECAT pegawainya yg terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sdktpun, BERANGUS," tulisnya.

Dede bahkan meniadakan kegiatan ceramah selama bulan Ramadan di lingkungan Pelni.

Kang Dede selama ini dikenal sebagai relawan dan pendukung garis keras Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia kemudian diangkat oleh Erick Tohir menjadi komisaris independen di PT Pelni.

Baca juga: Resmi Diteken Jokowi, Pertokoan, Perkantoran hingga Bus Umum yang Putar Lagu Wajib Bayar Royalti

Relawan diangkat jadi komisaris

Sebelum dikenal sebagai relawan Jokowi, Kang Dede sudah cukup populer di media sosial Twitter.

Kemampuannya dalam mengamati tren media sosial inilah yang membuat Kang Dede didapuk sebagai salah satu koordinator tim media sosial Jokowi-Ma’ruf.

Kristia Budiyarto atau Kang Dede ditunjuk sebagai Komisaris independen PT Pelni oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada 2 November 2020.

Dirinya resmi menjabat posisi tersebut dengan adanya surat Kementerian BUMN Nomor: SK-354/MBU/11/2020.

Pengangkatan ini dilaksanakan Kementerian BUMN selaku pemilik modal untuk memperkuat perusahaan terutama pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Artikel ini telah tayang di Wartakota

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved