Breaking News:

Liga Italia

Anti Klimaks Inter Milan, Sukses Jadi Jawara Liga Italia, Malah Ajukan Pinjaman Uang ke Bank

Inter Milan sukses di Liga Italia Musim ini dengan hampir dipastikan membawa pulang Scudetto.

Alberto PIZZOLI / AFP
Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku di depan logo resmi baru Inter Milan selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Inter Milan vs Cagliari pada 11 April 2021 di stadion San Siro di Milan. 

Messi saat itu baru saja membantu Barcelona memenangi Liga Champions 2005-2006 di bawah asuhan Frank Rijkaard.

Untuk mendapatkan tanda tangan La Pulga, Nerazzurri merogoh kocek dalam, bahkan membayar empat kali lipat dari biaya transfer rekor dunia.

Saat itu, Zinedine Zidane adalah pemain termahal dalam sejarah setelah bergabung dengan Real Madrid dari Juventus dengan harga 46,6 juta paun (Rp925 miliar) pada tahun 2001.

Klaim bahwa Inter Milan rela membayar mahal untuk Messi itu disampaikan Joan Laporta yang baru saja kembali menjadi presiden klub setelah terpilih untuk kedua kalinya.

Ketika Inter mengajukan tawaran fantastis itu, Laporta sedang menjalani masa jabatannya pertama yang berlangsung mulai 2003 hingga 2010.

Dia pun menegaskan bahwa saat itu pihak klub menolak dengan tegas tawaran Inter Milan untuk memboyong Messi.

"Tak seorang pun yang mencintai Barcelona dapat meragukan Messi," kata Laporta kepada Radio Onda Cero membuka ceritanya soal tawaran Inter, dilansir BolaSport.com dari Sport Bible.

"Kami menolak tawaran 225 juta pound (Rp4,4 triliun) yang datang dari Inter pada 2006."

"(Pemilik Inter saat itu, Masimmo) Moratti ingin membawanya ke klub (Inter)," ujarnya lagi.

Keputusan Laporta untuk mempertahankan Messi meski mendapatkan tawaran fantastis ternyata cukup tepat.

Pasalnya, setelah itu Messi sukses mendominasi sepak bola dunia dengan memenangi dua trofi Liga Champions lagi, delapan trofi Liga Spanyol dan enam Ballon d’Or.

Pada tahun lalu, Messi sempat membuat gempar publik sepak bola setelah mengutarakan keinginannya untuk hengkang.

Inter Milan menjadi salah satu klub terdepan untuk menggaet Messi.

Namun, mantan direktur Inter, Massimiliano Mirabelli, mengatakan bahwa Messi hanya akan menjadi mimpi untuk klub raksasa Italia itu.

"Ketika saya di Inter, Presiden Zhang berbicara tentang pasar transfer dan berkata: 'Saya ingin Messi', tetapi kami harus menjelaskan itu tidak mungkin karena Financial Fair Play," ucap Mirabelli pada Agustus 2020.

"Saya dapat meyakinkan Anda bahwa Messi lebih dari sekadar mimpi untuk Inter.

"Dia sekarang hanya memiliki sisa satu tahun di kontraknya dan Barca tidak ingin mengambil risiko kehilangan dia secara gratis pada musim panas mendatang."

"Ada keputusan penting yang harus dibuat di Spanyol, tetapi mereka tidak ingin dibiarkan dengan tangan kosong.

"Siapa pun yang ingin memanfaatkan situasi ini sebaik-baiknya harus melangkah maju," tuturnya mengakhiri. 

( Tribunpekanbaru.com )

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved