Breaking News:

Bupati Kepulauan Meranti Tutup Hiburan Malam 2 Bulan, yang Membandel dan PHK Karyawan Izin Dicabut

Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil memerintahkan agar seluruh tempat hiburan malam tutup selama 2 bulan.

Istimewa
Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil memerintahkan agar seluruh tempat hiburan malam tutup selama 2 bulan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil memerintahkan agar seluruh tempat hiburan malam tutup selama 2 bulan.

Penutupan tempat hiburan dilakukan sejak hari pertama puasa pada 13 April 2021 sampai 13 Juni 2021.

Demikian dikatakan Adil saat diwawancara Tribun di kantor Bupati Kepulauan Meranti Senin (12/3/2021).

"Hiburan malam untuk sementara ditutup dulu selama 2 bulan saya minta ya Idul Adha dan Idul Fitri," ungkap Adil.

Bahkan dirinya menegaskan tidak akan memberi kesempatan bagi pengusaha yang berani untuk membuka usaha hiburan malam selama waktu yang ditetapkan.

"Kalau yang masih membandel saya yakin cabut izinnya," tegasnya.

Dikatakan Adil penutupan dilaksanakan 2 bulan dikatakannya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Hari raya itu pasti banyak orang di sini, kuatirnya tempat hiburan itu banyak orang ngumpul," ujarnya.

Dijelaskannya pula tempat hiburan yang ada di kepulauan Meranti seperti karaoke berpotensi untuk menyebarkan Covid-19.

"Kalau tempat-tempat karaoke itu di dalam, dingin. Corona itu paling suka dingin, 0 derajat itu Corona paling suka," ujar Adil.

Dirinya juga membandingkan apabila kegiatan yang mengumpulkan pegawai di lapangan Kantor Bupati Kepulauan Meranti.

"Beda pertemuan dekat lapangan, ini panas. Kita pakai masker, jaga jarak. Kalau di situ (karaoke) orang gak pakai masker," ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan telah menandatangani surat edaran yang akan disebarkan langsung kepada seluruh pemilik tempat hiburan.

Saat ditanya nasib para pekerja yang ada di tempat hiburan Adil mengatakan itu sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemilik usaha.

"Gak ada pengangguran. Dan itu menjadi tanggungjawab perusahaan itu membayar, dan kalau dia mem-PHK kita cabut izin," pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/Teddy Tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved