Breaking News:

Kemnaker Rilis Aturan Besaran THR bagi Pekerja Swasta: Pekerja Upah Bulanan & Harian

Bagi pekerja/buruh yang memiliki masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, maka THR diberikan sebesar 1 bulan upah.

Tribun Pekanbaru/Kompas.com/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
THR Karyawan Swasta di Pekanbaru Tetap Dibayarkan, Wakil Walikota Pekanbaru Ingatkan Perusahaan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengeluarkan aturan pemberian tunjangan hari raya (THR) keagamaan pada Senin (12/4/2021).

Aturan pemberian THR bagi pekerja dan buruh ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/IV/2021.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pada 2021, THR wajib dibayarkan penuh kepada pekerja dan buruh.

Pada 2020, pengusaha diberi kelonggaran pemberian THR dengan alasan kelangsungan usaha.

Menurut Ida, kini ekonomi sudah lebih membaik, maka THR wajib dibayar penuh.

"THR keagamaan adalah merupakan pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan pengusaha, kepada pekerja atau buruh paling lama tujuh hari sebelum Hari Raya keagamaan tersebut," kata Ida dalam konferensi pers virtual, di YouTube Kemenaker RI, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Tarif Resmi Surat Izin Mengemudi atau SIM, Baik Buat Baru Maupun Perpanjangan

Baca juga: Dispatch Ungkap Fakta Kim Jung Hyun di Bawah Kendali Seo Ye Ji, Minta Hapus Adegan Sentuhan Fisik

Baca juga: VIDEO: Sehari Jelang Ramadhan, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Capai Rp 34 Ribu Per Kg

Pekerja lebih dari 12 bulan

Dengan memanfaatkan momentum bulan Ramadhan 2021, Kemenaker mewajibkan pengusaha untuk memberi THR penuh.

THR keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak).

Pekerja upah bulanan

Halaman
123
Penulis:
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved