Breaking News:

Salat Tarawih Berjemaah di Masjid Agung An-Nur, Jemaah Wajib Bawa Perlengkapan Salat Sendiri

Mulai Senin malam, Masjid Agung An Nur Pekanbaru dibuka untuk pelaksanaan salat tarawih berjamaah

Penulis: Alex | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Alex Sander
Mulai Senin (12/4/2021) malam, Masjid Agung An Nur Pekanbaru dibuka untuk pelaksanaan salat tarawih berjamaah, sehingga masyarakat bisa melaksanakan salah satu ibadah utama dibulan Ramadan pada tahun ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mulai Senin (12/4/2021) malam, Masjid Agung An Nur Pekanbaru dibuka untuk pelaksanaan salat tarawih berjamaah, sehingga masyarakat bisa melaksanakan salah satu ibadah utama dibulan Ramadan pada tahun ini.

Beragam persiapan dilakukan agar masjid bersih, steril dan nyaman digunakan jamaah. Terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, ada beberapa persiapan khusus untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di lingkungan masjid. 

Secara berkala pembersihan dilakukan secara rutin. Hingga pada Senin siang, tampak beberapa tukang melakukan penambahan lampu dalam masjid, untuk membuat suasana bagian dalam lebih terang dari biasanya.

Salah seorang pengurus Masjid Agung An Nur Pekanbaru, Rahmansyah yang tengah melakukan pengecekan masjid pada siang itu mengatakan, selain ada pembersihan secara khusus dilakukan, kegiatan tarawihan juga dilakukan secara khusus. 

"Misalnya untuk perangkat shalat berupa tikar atau sajadah, itu wajib dibawa sendiri oleh jamaah dari rumah. Karena kita tidak membentangkan sajadah, untuk pelaksanaan protokol kesehatan," kata Rahmansyah saat ia melakukan pengecekan di masjid tersebut.

Selain itu, pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Riau ini juga mengatakan, untuk shaf salat, diberikan jarak 1 meter setiap jamaah, sehingga tidak ada yang saling berdekatan.

"Shafnya kita atur. Shaf tidak boleh berdekatan, tetap kita atur jarak satu meter perjamaah," imbuhnya.

Sedangkan untuk kapasitas masjid dikatakan Rahmansyah akan dikurangi sebayak 50 persen. Sehingga yang biasanya maksimal 1.200, saat ini paling banyak hanya sekitar 600 orang, untuk jamaah laki-laki dan perempuan.

"Sebagaimana protokol kesehatan, jumlah maksimal jamaah dalam masjid kita kurangi 50 persen, sehingga jumlah jamaah paling banyak hanya sekitar 500 hingga 600 jamaah," ulasnya.

Tidak hanya itu, protokol kesehatan lainnya juga wajib dilaksanakan oleh setiap jamaah yang akan salat tarawih di Masjid Agung An Nur Pekanbaru, mulai dari mengenakkan masker, cuci tangan dengan sabun, tidak berkerumun, dan lainnya.

"Semua protokol kesehatan kita laksanakan, mulai dari wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan lainnya," tuturnya.

Ketua Pekanbaru Creative City Network (PPCN) ini juga mengatakan, pihaknya berharap agar para jamaah bisa mentaati protokol kesehatan tersebut, sehingga pelaksanaan ibadah tarawih dapat dilaksanakan dengan khusuk selama Ramadan. (Tribunpekanbaru.com/Alexander).

Berita Riau lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved