Breaking News:

Sepekan Lalu-lalang di Kebun Warga Pelalawan, Tim BKSDA Berhasil Giring Gajah Liar Kembali ke Hutan

Masyarakat di Pelalawan Riau diresahkan masuknya gajah liar ke kawasan perkebunan masyarakat.

Istimewa
Tim BKSDA Riau dibantu instansi lain melakukan mitigasi dan penggiringan gajah liar yang muncul di Dusun Tambun Kelurahan Pangkalan Lesung Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan, Sabtu (10/04/2021) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Satu pekan terakhir ini masyarakat Dusun Tambun Kelurahan Pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Riau diresahkan masuknya gajah liar ke kawasan perkebunan masyarakat.

Gajah liar yang diperkirakan sebanyak dua ekor itu muncul di kebun kelapa sawit warga sejak pekan lalu dan berpindah-pindah tempat.

Alhasil tanaman sawit warga menjadi sasaran makanan bagi satwa liar itu yang dirusak dan dijadikan pakan. Hal ini membuat masyarakat resah dan tentu menimbulkan kerugian kepada para pemilik kebun yang tanamannya dirusak.

Bahkan terkadang gajah itu sudah mendekati permungkiman warga.

Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Polsek, perusahaan PT Musim Mas, dan masyarakat setempat telah melakukan mitigasi sejak tanggal 6 April lalu, sejak laporan dari warga diterima.

Tim menggunakan beberapa cara untuk menggiring gajah berusia remaja itu ke areal hutan melalui jalur-jalur yang ditetapkan dari temuan awal di Dusun Tambun Pangkalan Lesung.

"Dalam proses penggiringan, kita sudah berhasil mengarahkan gajah untuk menyeberangi Sungai Napuh Pangkalan Lesung," terang Kepala Seksi Konservasi Wilayah l BKSDA Riau, Sugito, kepada tribunpekanbaru.com, Senin (12/04/2021).

Dua ekor gajah yang belum diketahui jenis kelaminnya itu sempat mendiami areal hutan yang berada di tepi Sungai Napuh.

Selanjutnya tim melakukan penyisiran di kebun warga dan sekitar Sungai Napuh mulai siang hingga malam untuk memastikan posisi terakhir gajah tersebut.

Namun petugas tidak menemukan jejak keberadaan gajah tersebut di wilayah Pangkalan Lesung.

"Kita kembali melakukan penyisiran siang dan malam tapi tidak kelihatan lagi. Jadi prediksi kita, gajah tersebut sudah kembali ke habitatnya," tambah Sugito.

Selain kembali ke hutan Tesso Nilo sebagai habitatnya, diduga kuat gajah itu ke bergerak ke arah Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT Arara Abadi.

Alhasil kebun warga yang selama ini dirusak gajah sudah aman lantaran telah berhasil digiring.

"Sekarang posisi konflik satwa gajah yang ada di Tambun sudah aman karena tidak ada lagi disana," tandas Sugito. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved