Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Jalan Rusak Parah, Warga Peranap Minta Perusahaan Ikut Bertanggung Jawab

Menurut laporan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Inhu, muatan mobil-mobil angkutan yang melintas di jalan tersebut kerap

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Kerusakan jalan Simpang Ifa menuju Peranap sudah sangat parah.

Hal ini diakibatkan mobil angkutan perusahaan yang melintas di jalan tersebut.

Menurut laporan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Inhu, muatan mobil-mobil angkutan yang melintas di jalan tersebut kerap melebihi tonase yang sebenarnya.

Di samping itu muatan mobil-mobil angkutan tersebut sudah tidak sesuai dengan kelas jalan yang hanya dibatasi maksimal delapan ton.

Protes ini disampaikan oleh Panglima Laskar Hulubalang Melayu Riau (RMB-LHMR) Kabupaten Inhu, Andi Kusman yang juga warga Kecamatan Peranap, Inhu.

Dengan tegas Andi menyampaikan protesnya di hadapan Sekda Inhu, Hendrizal, Kapolres Inhu, AKBP Efrizal dan juga sejumlah pejabat serta perwakilan perusahaan yang hadir dalam rapat bersama di ruang rapat Narasinga, lantai dua Kantor Bupati Inhu, Senin (12/4/2021).

Andi menyampaikan terdapat belasan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Peranap dan Batang Peranap.

Perusahaan tersebut terdiri dari perusahaan perkebunan kelapa sawit, perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI), dan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. Untuk pengangkutan, perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan jalan tersebut yang diperkirakan panjangnya mencapai 42 kilometer.

Akibat dilintasi selama bertahun-tahun tanpa ada perhatian, kondisi jalan tersebut kini rusak parah. "Kerusakan jalan tersebut berdampak terhadap kesehatan anak-anak kami. Anak-anak kami terpaksa menghirup debu yang terbang dari jalan tersebut," katanya. Selain itu, Andi mengatakan ribuan warga yang tinggal di sekitar wilayah operasi perusahaan tidak pernah merasakan kontribusi perusahaan untuk perbaikan ekonomi warga setempat. Bahkan untuk rekrutmen pekerja, perusahaan tersebut merekrut pekerja dari luar daerah. Akibatnya ekonomi masyarakat setempat mengalami ketertinggalan.

Untuk itu mereka berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu menindak perusahaan yang nakal serta tidak perduli terhadap lingkungan sekitar wilayah operasinya. Warga juga sempat mengancam akan menutup perusahaan tersebut. Namun hal tersebut dicegah oleh Sekda Inhu, Hendrizal bersama dengan Kapolres Inhu. Mereka meminta warga bersabar dan berjanji akan mencarikan jalan keluar atas persoalan tersebut. (Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved