Pemuda Ini Syok Usai Jambret Wanita Muda, Barang yang Dirampasnya Di Luar Dugaan
Korban berinisial SD (22) awalnya sedang melintas di Jalan Sudirman, Kilometer 2, Kelurahan Gading, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang pemuda berinisial UMD (22) bernasib sial usai menjambret seorang gadis muda di Tanjungbalai, Sumatera Utara.
Pasalnya, barang yang ia jambret tak sesuai dengan keinginannya.
Parahnya lagi, ia ditangkap Polisi lantaran menjambret barang tersebut.
Warga Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai itu ditangkap karena merampas kalung yang dikenakan seorang pengendara sepeda motor.
Setelah ditangkap polisi, UMD baru mengetahui bahwa kalung yang dirampas adalah kalung emas imitasi.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Tanjungbalai Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/4/2021), sekitar pukul 11.30 WIB.
Korban berinisial SD (22) awalnya sedang melintas di Jalan Sudirman, Kilometer 2, Kelurahan Gading, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.
Saat itu, korban bersama dengan rekannya, SRM.
Tiba-tiba dari arah belakang, pelaku jambret yang mengendarai sepeda motor matic tanpa pelat nomor memepet motor korban.
"Pelaku merampas seuntai kalung imitasi warna kuning emas dengan tangan kirinya dan mendorong badan korban hingga terjatuh," kata Ahmad saat dikonfirmasi, Selasa (13/4/2021).
Korban mengalami luka-luka akibat terjatuh dari motor.
Namun, sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian berhasil menangkap pelaku.
Pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke kantor polisi untuk proses hukum.
"Pelaku melanggar Pasal 365 ayat 1 subsider Pasal 362 KUHP," ujar Ahmad.
Seorang jambret bernama Johan Prabaya (38) menangis ketakutan dan minta ampun setelah tertangkap warga.
Hal itu lantaran ia diancam akan dibakar hidup-hidup oleh warga.
Awalnya, ia sempat mengelak telah melakukan penjambretan. Namun saat dipertemukan dengan korban, Johan tak bisa berkelit.
Hal ini, setelah aksinya menjambret korban Candra Putra (22) gagal.
Tersangka malah tertangkap dan dipukuli warga serta diancam akan dibakar hidup-hidup.
Hal tersebut, membuat dirinya menangis dan memohon kepada warga agar tidak membakarnya.
Menurut cerita tersangka, dirinya beraksi bersama rekannya di dekat Griya Agung atau Istana Gubernur Sumsel.
Saat melihat korban membeli plastik disebuah toko, terlihat korban meletakan ponsel di bagian boks depan.
Saat itulah, tersangka yang mengendarai sepeda motor Honda Beat BG 5256 TP langsung mendekati dan mengambil ponsel korban.
"Satu pelaku yang mengambil ponsel, sempat mengeluarkan pisau ketika aku tarik bajunya," kata korban Chandra saat berada di Mapolda Sumsel.
Karena takut ditusuk pelaku, korban memilih untuk mundur.
Akan tetapi, ketika melihat pelaku kabur, korban langsung mengejarnya hingga di Jalan Way Hitam.
Saat dekat, korban langsung menendang motor yang dikendarai kedua pelaku. Secara bersamaan, motor yang dikendarai kedua pelaku ditabrak mobil dari arah berlawanan.
"Saat terjatuh, satu pelaku kabur. Sedangkan satu pelaku lagi tidak dapat lagi kabur," katanya.
Tersangka Johan Prabaya membantah jika ia ingin menjambret.
Ia mengatakan dirinya berangkat dari Indralaya hendak ke Bukit Besar untuk pergi melihat ayah tirinya.
"Bukan aku pelakunya, pelakunya tadi itu yang bawa pisau. Aku malah ikut mengejar pelaku, tapi aku yang disangka pelaku juga," katanya mengelak dikatakan pelaku jambret.
Akan tetapi, warga Komplek Polda Mandala Blok A Kelurahan Permata Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) tidak dapat mengelak lagi saat dipertemukan dengan korban yang ponselnya di jambret.
Tersangka hanya terdiam, yang semula mengaku tidak menjabret ponsel korban.
Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Christoper Panjaitan membenarkan sudah mengamankan satu pelaku jambret di Jalan Way Hitam, Kecamatan IB 1 Palembang.
"Pelaku sudah diamankan. Tersangka ini sempat dipukuli dan hendak di bakar warga hidup-hidup."
"Namun, dari laporan yang diterima anggota berhasil menyelamatkan nyawa tersangka ketika berupaya akan dibakar massa," katanya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/guru-smp-dijambret-tukang-roti.jpg)