Breaking News:

UPDATE Sidang Korupsi Bansos Covid-19: Ada Istilah 'Titipan Pak Menteri'

Sebelum tiba pada pernyataan "Titipan Pak Menteri", Joko mempertanyakan soal beras yang lain dalam paket bansos Covid-19 di Jabodetabek.

Editor: Firmauli Sihaloho
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Rincian Harta Kekayaan Mensos Juliari: Capai Rp 64 Miliar, Berikut Daftarnya: Properti dan Hutang 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebuah rekaman percakapan diperdengarkan dalam sidang perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 oleh Kementerian Sosial yang melibatkan eks Menteris Sosial (Mensos) Juliari Batubara), di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/4/2021).

Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar percakapan antara penyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, yakni Harry Van Sidabukke, dengan eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso.

Sebelum tiba pada pernyataan "Titipan Pak Menteri", Joko mempertanyakan soal beras yang lain dalam paket bansos Covid-19 di Jabodetabek.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-974648810682144181-5112'); });

"Berasnya ora ono (enggak ada), Pak," jawab Harry dalam rekaman suara yang diperdengarkan dalam sidang pemeriksaan terdakwa, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Emosi Diputus Pacar, Gadis Kendal Minta Tolong ke Dukun, Pasrah Dinodai Dukun Sampai 10 Kali

Baca juga: Jenis-jenis Buah Kurma dengan Khasiat yang Baik, bisa Dijadikan Hidangan untuk Berbuka Puasa

Setelah Joko mengeluhkan soal beras, barulah Harry menjawab soal "Titipan Pak Menteri"

"Oh, ini, anu, Pak, aku enggak bisa gerak karena titipan Pak Menteri, Pak," jawab Harry.

Joko lantas tak menyanggah lagi ucapan Harry.

Mendengar pernyataan Harry, Jaksa KPK M Nur Azis kemudian memastikan siapa menteri yang dimaksud.

Harry berkata bahwa ia hanya berbohong dan memakai nama Menteri Sosial Juliari Batubara untuk memutus negosiasi soal beras dengan Joko.

Baca juga: Ketahuan Bohong, Ditanya Ortu, Ngaku Cari Kerja, Dibawa ke Kantor Polisi Gadis Ini Baru Jujur

Baca juga: Juventus tak Masuk Hitungan, Pendukung Inter Milan Bersorak Lebih Awal di Liga Italia karena Ini

"Supaya beliau sungkan, terlihat benar. Itu benar-benar bohong, Pak," ucap Harry menjawab pertanyaan jaksa.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved