Breaking News:

Warga Pekanbaru Siap-Siap, Besok PPKM di Kota Bertuah Berlangsung Efektif, Berapa Lama?

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus menyatakan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara efektif berlangsung besok, Rabu (14/4/2021)

Penulis: Fernando | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/FERNANDO SIKUMBANG
Warga Pekanbaru Siap-Siap, Besok PPKM di Kota Bertuah Berlangsung Efektif, Berapa Lama? Foto:Wali Kota Pekanbaru, Firdaus. (Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang) 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Firdaus menyatakan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara efektif berlangsung, Rabu (14/4/2021) besok.

Ruang lingkup penerapannya di Rukun Warga (RW) berdasarkan jumlah rumah yang terdapat pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

"Jadi PPKM ini nantinya berlangsung di RW yang masuk zona merah. Proses pemetaannya sedang berlangsung," terangnya kepada Tribunpekanbaru.com Selasa (13/4/2021).

Menurutnya, proses pemetaan RW yang masuk zona merah sesuai data dari kelurahan zona merah.

Lurah dan RW membantu proses pendataan di kawasannya.

"Mereka nantinya bisa mendata di bawah pengawasan camat, agar dilaporkan ke tim satgas kota," jelasnya.

Ada tim yang bakal mengawasi proses pelaksaan PPKM. Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru menjadi kordinator tim pengawasan PPKM.

Proses pengawasan dilakukan bersama tim dari instansi terkait. Satgas kelurahan juga ikut ambil bagian dalam pengawasan aktivitas masyarakat.

"Proses pengetatan efektif mulai Rabu besok di seluruh RW yang masuk zona merah," jelasnya.

Kota Pekanbaru harus melaksanakan PPKM karena butuh penanganan khusus dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Ada rencana PPKM berlangsung hingga 14 hari atau diperpanjang.

Keputusan Wali Kota Pekanbaru No.402 tentang PPKM Mikro dan mengoptimalkan penanganan Covid-19 di tingkat kelurahan untuk pengendalian Covid-19.

Kelurahan Zona Merah Covid-19 Bertambah

Kelurahan yang masuk zona merah penyebaran Covid-19 mengalami peningkatan.

Ada kenaikan jumlah zona merah selang satu pekan.

Pada pekan lalu jumlah kelurahan yang masuk zona merah hanya 13 kelurahan. Jumlahnya malah bertambah menjadi 32 kelurahan dalam satu pekan.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus menyebut bahwa kenaikan kasus Covid-19 di beberapa minggu terakhir berasal dari klaster resepsi pernikahan.

Ada di antaranya merupakan pegawai di lingkungan pemerintah kota.

Mereka yakni sepuluh pegawai protokol di pemerintah kota yang terkonfirmasi. Pegawai itu menjadi panitia resepsi pernikahan rekannya.

"Karena saat jadi panitia resepsi tidak patuh pada prokes, maka mereka terkonfirmasi positif," terangnya kepada Tribunpekanbaru.com Selasa (13/4/2021).

Menurutnya, ada juga pegawai di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru juga terkonfirmasi positif usai jadi panitia resepsi pernikahan keluarga.

Ada juga kasus Covid-19 lainnya di lingkungan pemerintah kota usai resepsi.

"Ada juga kita dapat info saat resepsi, pasangan pengantin malah positif Covid-19. Kalau seperti itu bagaimana dengan tamu yang lain," jelasnya.

Kondisi ini membuat jumlah zona merah di kelurahan pun bertambah. Ia tidak ingin ada tren penularan bergeser ke klaster buka bersama pad Ramadan ini

"Kita tegas untuk menghindari kerumunan selama Ramadan ini, seperti sahur bersama dan buka bersama," ulasnya.

Dorong Camat dan Lurah Petakan RW Zona Merah

Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Firdaus mendorong camat dan lurah segera memulai proses pemetaan terhadap seluruh kelurahan yang masuk zona merah Covid-19.

Mereka bisa merinci Rukun Warga (RW) mana saja yang masuk zona merah.

Apalagi saat ini sudah ada data dari 32 kelurahan yang masuk zona merah.

Zona merah di setiap RW ditentukan banyak rumah yang menjadi lokasi domisili pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka nantinya menentukan RW yang masuk zona merah sesuai indikator penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru hanya bisa menentukan kelurahan yang masuk zona merah.

Ada perubahan indikator zona merah dari sebelumnya. Saat ini indikator zona merah bukan lagi total jumlah pasien yang terkena dampak.

"Cara ini membantu upaya menemukan kasus dan isolasi, proses pengawasan juga lebih mudah," terangnya usai rapat teknis PPKM, Selasa (13/4/2021).

Menurutnya, RW yang masuk zona merah indikatornya ada lebih dari lima rumah yang terdapat kasus Covid-19.

RW yang masuk zona oranye ketika terdapat tiga hingga lima rumah yang memiliki kasus Covid-19.

Kemudian zona kuning sebanyak satu hingga dua rumah. Sedangkan zona hijau tidak ada kasus di RW.

"Proses pemetaan ini dilakukan setiap tujuh hari," ujarnya.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sikumbang )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved