Breaking News:

Sidang Lanjutan Dugaan Suap Pengurusan DAK Dumai dengan Terdakwa Zul AS, Saksi Beberkan Hal Ini

Sebanyak 5 orang saksi dijadwalkan untuk diperiksa dalam sidang lanjutan Dugaan Suap Pengurusan DAK Dumai dengan Terdakwa Zul AS.

Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
JPU KPK saat memperlihatkan bukti kepada saksi di persidangan perkara dugaan suap pengurusan DAK Kota Dumai, Rabu (14/4/2021). Sebanyak 5 orang saksi diperiksa dalam sidang lanjutan Dugaan Suap Pengurusan DAK Dumai dengan Terdakwa Zul AS. 

Zul AS dipindahkan penahanannya oleh JPU dari Rutan Metro Polres Jakarta Timur ke Rutan Klas I Pekanbaru, Selasa (13/4/2021) kemarin.

Pemindahan tersebut berdasarkan penetapan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru.

Kesaksian pertama diberikan Syaiful. Dia ditanya tentang tugas pokok dan fungsi yang diembannya. Dam pengajian DAK dari RSUD Kota Dumai melakui APBNP 2017 dan APBN 2018.

Menurut Syaiful, pihaknya mengajukan DAK tahun 2016, 2017 dam 2018. Dana itu dihimpun dari masing-masing bidang di RSUD Kota Dumai setiap awal tahun, lalu dilakukan ke provinsi.

Usulan terkait pengadaan alat kesehatan dan lainnya. Setelah disetujui provinsi, dan ditandatangani Walikota, proposal dikirim ke Pusat.

"Untuk alat kesehatan 2017 usulannya Rp13,9 miliar," ungkap saksi ke JPU, Yosi Andika Herlambang.

Dari usulan itu, DAK terealisasi sebesar Rp20 miliar dan langsung masuk ke APBD Kota Dumai. Pencairan dana itu dilaporkan saksi ke Zulkifli AS.

"Setelah dana cair, kegiatan 2017 di RSUD Kota Dumai dilaksanakan," kata saksi.

JPU mempertanyakan apakah dalam pengajuan usulan, ada interview dari Zulkilfli AS selaku walikota, saksi menyatakan tidak ada.

Menurut saksi, terdakwa juga tidak meminta bantuan anggaran.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved