Breaking News:

Sidang Lanjutan Dugaan Suap Pengurusan DAK Dumai dengan Terdakwa Zul AS, Saksi Beberkan Hal Ini

Sebanyak 5 orang saksi dijadwalkan untuk diperiksa dalam sidang lanjutan Dugaan Suap Pengurusan DAK Dumai dengan Terdakwa Zul AS.

Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
JPU KPK saat memperlihatkan bukti kepada saksi di persidangan perkara dugaan suap pengurusan DAK Kota Dumai, Rabu (14/4/2021). Sebanyak 5 orang saksi diperiksa dalam sidang lanjutan Dugaan Suap Pengurusan DAK Dumai dengan Terdakwa Zul AS. 

Namun terdakwa pernah menghubungi saksi terkait pelaksanaan kegiatan di RSUD Kota Dumai.

"Beliau mengontrol," sebut Syaiful.

Saksi juga menjelaskan pernah dihubungi oleh Zul AS lewat sambungan telfon.

Ketika itu terdakwa mempertanyakan tentang kegiatan makan dan minum.

Kepada Syaiful, terdakwa mengarahkan kalau ada pihak dari Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo, yang berminat ikut lelang kegiatan makan dan minum tersebut. Perusahaan itu adalah CV Atifah Jaya.

Hakim mempertanyakan apakah setelah perusahaan itu menang memberikan sesuatu kepada walikota, Syaiful mengatakan tidak ada.

Dia juga mengaku tidak mengetahui siapa pemilik perusahaan tersebut.

Tidak hanya itu, Syaiful juga ditanya terkait pengadaan jasa pembangunan gedung ICU di RSUD Dumai tahun 2017. Proyek itu dikerjakan oleh Jhon Simbolon tapi tidak selesai dan perusahaan di-blacklist.

"(Jhon Simbolon) kontraktor gedung ICU. Pekerjaan tidak dislesai dan di-blacklist," papar saksi.

Anehnya, meski perusahaan itu sudah di-blacklist dan tidak boleh ikut lelang proyek, ternyata tetap mendapat proyek di RSUD Dumai pada 2018. Jhon dipercaya mengerjakan ruangan kesehatan rawat inap kelas III.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved