Breaking News:

Video Berita

VIDEO: BBM Permium dan Pertalite Langka, Wabup Bengkalis Panggil Pengelola SPBU

Pemerintah Bengkalis bergerak cepat mengumpulkan seluruh stakeholder terkait untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar jenis Premium dan Pertalite di

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: David Tobing

TRINBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Pemerintah Bengkalis bergerak cepat mengumpulkan seluruh stakeholder terkait untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar jenis Premium dan Pertalite di Bengkalis.

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso memanggil semua pihak terkait untuk membahas dan mencari solusi kelangkaan yang terjadi, Rabu (14/4) pagi.

Bagus Santoso memimpin rapat di kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Bengkalis bersama perwakilan pengusaha SPBU di Pulau Bengkalis, Bagian Ekonomi Setda Bengkalis serta Satgas Ekonomi serta aparat Kepolisian dan TNI untuk mengetahui penyebab kelangkaan.

Menurut Bagus saat dirinya mendapat kabar terjadi kelangkaan minyak premium dan pertalite di Bengkalis malam tadi, Bagus langsung berkomunikasi dengan Pertamina.

"Keterangan pihak Pertamina sampai saat ini mereka belum pernah mengurangi kuota BBM jenis Premium untuk Bengkalis. Kuota premium pulau Bengkalis perharinya sebanyak 1.335 kiloliter (KL) dan solar 706 KL untuk 6 SPBU yang beroperasi di pulau Bengkalis," ungkapnya.

Enam SPBU di pulau Bengkalis yang dipanggil pemerintah Bengkalis satu diantaranya tidak hadir. Bagus bahkan meminta Disdagperin Bengkalis memberikan teguran yang tegas terhadap pengelola SPBU yang tidak hadir ini.

Dalam diskusi yang berlangsung sekitar satu jam lebih ditemukan beberapa pokok permasalahan yang dialami pihak SPBU sehingga terjadi kelangkaan. Beberapa pengelola SPBU di pulau Bengkalis mengaku belum bisa mengambil kuota BBM mereka secara penuh karena keterbatasan Armada.

Seperti diungkap pengelola SPBU Bumi Laksamana Jaya (BLJ) mereka mengakunhanya memiliki tiga armada. Satu diantaranya mengalami kerusakan. "Hari ini mau kita usahakan satu armada lagi akan kita cari penggantinya," terang Karyoto pengelola SPBU BLJ.

Hal yang sama juga diungkap pengelola SPBU Nurwati Edi dalam pertemuan ini . Pengakuan SPBU Nurwati memiliki lima armada untuk mengangkut BBM sesuai kuota dari Depot Pertamina ke SPBU.

"Namun hari ini hanya tiga yang beroperasi, dua diantaranya sejak beberapa pekan lalu ditahan Polda Riau karena persoalan hukum. Sementara tiga armada supirnya cuti sehingga tidak beroperasi," terang Edi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved