Breaking News:

Ambil Langkah Tegas demi Lindungi Warga, Denmark Negara Pertama Hentikan Vaksin AstraZeneca

Negara itu akan menarik semua 2,4 juta dosis vaksin sampai pemberitahuan lebih lanjut, BBC melaporkan.

JOE KLAMAR / AFP
Petugas Medis di Vienna, Austria memperlihatkan Vaksin AstraZeneca. Di Amerika, Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghentikan operasional pabrik manufaktur di Baltimore. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Denmark minggu ini menjadi negara Eropa pertama yang sepenuhnya melarang vaksin Oxford-AstraZeneca COVID-19.

Pemberhentian ini menyusul masalah pembekuan darah.

Meskipun pembekuan darah jarang terjadi tetapi serius, kampanye vaksinasi Denmark akan terus berlanjut tanpa vaksin AstraZeneca, direktur Otoritas Kesehatan Soren Brostrom mengatakan pada konferensi pers, CBS News melaporkan Rabu.

Keputusan yang dibuat oleh negara tersebut bertentangan dengan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia dan European Medicines Agency (EMA) untuk terus menggunakan jab, yang mengatakan manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya.

Pejabat Denmark melaporkan "frekuensi yang lebih tinggi dari yang diharapkan" dalam jumlah efek samping, terutama pembekuan darah, dari vaksin AstraZeneca COVID-19.

Negara itu akan menarik semua 2,4 juta dosis vaksin sampai pemberitahuan lebih lanjut, BBC melaporkan.

Baca juga: Bisa Rp 70 Juta Sekali Panen, BERIKUT Cara Menanam Porang dari Ahlinya

Baca juga: HEBOH Bank BRI Pergi dari Aceh, Berikut Penyebab BRI Pamit dari Serambi Mekkah

Baca juga: Liverpool Tak Berkutik, Real Madrid Melenggang ke Semifinal: Hadapi Chelsea

Vaksin tampaknya menyebabkan pembekuan darah pada sekitar satu dari 40.000 orang, menurut BBC, mengutip Otoritas Kesehatan Denmark.

Larangan lengkap vaksin mengikuti dua kasus trombosis di Denmark yang terkait dengan vaksin, termasuk kematian seorang wanita berusia 60 tahun.

Minggu lalu, EMA mengatakan ada kemungkinan pembekuan darah terkait dengan vaksin, tetapi risiko kematian akibat COVID-19 jauh lebih besar, BBC melaporkan.

Beberapa negara Eropa untuk sementara menangguhkan penggunaan vaksin di tengah laporan pembekuan darah, tetapi sebagian besar telah melanjutkan vaksinasi dengan AstraZeneca.

Namun, vaksinasi seringkali terbatas pada kelompok usia yang lebih tua.

sumber

Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved