Breaking News:

Penyerang Masjid yang Menewaskan 51 Umat Islam Di Selandia Baru Menolak Dicap Sebagai Teroris

Salah satunya adalah pembentukan Direktorat Tahanan Risiko Ekstrem yang bertugas menangani narapidana paling berbahaya.

Editor: Guruh Budi Wibowo
Mark Mitchell/POOL/AFP
Brenton Tarrant pembunuh 51 umat Islam saat sholat Jumat di masjid Selandia Baru 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Brenton Tarrant penyerang masjid Al Noor dan Linwood Islamic yang menewaskan 51 jemaah saat sholat Jumat menolak dicap sebagai teroris pada 15 maret 2019.

Brenton Tarrant meminta hakim untuk kembali mengkaji statusnya sebagai teroris dikaji.

Tampaknya, ia tak ingin disamakan dengan ISIS yang juga membantai umat Islam di Suriah dan Irak.

Pria itu mengaku sebagai pendukung supremasi kulit putih itu juga melukai 40 orang lainnya.

Brenton Tarrant pun ditangkap ketika hendak menuju ke lokasi ketiga.

Pada Agustus tahun lalu, dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebsan bersyarat.

Vonis itu merupakan yang terberat dalam sejarah Selandia Baru, di mana dia bersalah atas dakwaan pembunuhan, percobaan pembunuhan, dan terorisme.

Aksinya mengejutkan "Negeri Kiwi" maupun dunia, dan membuat sejumlah perubahan drastis dalam sistem hukum setempat.

Salah satunya adalah pembentukan Direktorat Tahanan Risiko Ekstrem yang bertugas menangani narapidana paling berbahaya.

Pada Kamis (15/4/2021), Tarrant dijadwalkan bakal hadir di sesi sidang Pengadilan Tinggi Auckland.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved