Breaking News:

Balita 3 Tahun Meninggal Tertimpa Reruntuhan,Rumah Roboh,Angin Puting Beliung Mengamuk di Inhil Riau

Seorang balita berumur 3 tahun menjadi korban tewas akibat keganasan angin puting beling di Inhil Riau. Rumah roboh, atap beterbangan

istimewa
Kondisi rumah warga porak poranda akibat angin puting beliung di Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, Kabupaten Inhil, Riau, Kamis (15/4/2021) petang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RETEH - Seorang balita berumur 3 tahun menjadi korban tewas akibat keganasan angin puting beling di Inhil Riau. Rumah roboh, atap beterbangan, kondisi porak poranda.

Hujan deras di sertai angin puting beliung memporak porandakan infrastruktur dan bangunan masyarakat Desa Sanglar, kecamatan Reteh, kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Kamis (15/4/2021) petang.

Cuaca ekstrem yang terjadi sekira pukul 17.00 WIB ini mengakibatkan atap rumah warga berterbangan dan roboh akibat tidak bisa menahan kencangnya angin.

Selain merusak bangunan warga, angin puting beliung juga mengakibatkan infrastruktur jaringan listrik PLN rusak setelah banyak tiang listrik bertumbangan.

Babinsa setempat yang dikonfirmasi kepada awak media juga menyatakan, terdapat juga korban pada musibah ini hingga mengakibatkan 1 orang meninggal dunia.

“20 unit rumah milik warga rusak. Balita berusia 3 tahun meninggal dunia akibat tertimpa kayu dan ibunya mengalami patah kaki,” ungkap Babinsa Koramil 07/Reteh, Serda Surya Wibowo.

Serda Surya yang berada di lokasi kejadian menambahkan, berdasarkan data sementaranya terdapat 9 unit rumah mengalami rusak berat dan sisanya mengalami rusak ringan.

Saat ini warga yang menjadi korban terpaksa mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat lainnya untuk berteduh dan beristirahat.

Sementara itu, saat ini jaringan Listrik yang rusak sudah ditangani oleh PT.PLN ULP Kuala Enok yang langsung datang ke lokasi untuk melakukan perbaikan tiang yang roboh.

“Info kerusakan sudah ditindaklanjuti oleh kawan - kawan. Tim sudah bergerak ke lokasi untuk melakukan perbaikan tiang yang roboh,” ungkap Manager PT PLN ULP Tembilahan, M Hosen.

Menurut M Hosen, berdasarkan info dari tim di lapangan terdapat sebanyak 10 batang tiang listrik yang harus di perbaiki akibat terjangan angin tersebut.

“Total 10 batang tiang yang harus dibenahi. Sudah di ketahui dan sedang diupayakan perbaikan,” pungkas Hosen.

( Tribunpekanbaru.com / T Muhammad Fadhli )

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved