Breaking News:

Kejari Pelalawan Eksekusi Uang Titipan Terpidana Korupsi APBDes Sungai Upih Sebesar Rp 75 Juta

Kejari Pelalawan Riau melakukan eksekusi terhadap barang bukti dalam kasus Tipikor APBDes Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan.

Istimewa
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan Riau melakukan eksekusi terhadap barang bukti dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan pada Kamis (15/04/2021) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Kejari Pelalawan Riau melakukan eksekusi terhadap barang bukti dalam kasus Tindak Pidana Korupsi APBDes Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan pada Kamis (15/04/2021) lalu.

Barang bukti kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dieksekusi berupa uang sebesar Rp 75 Juta dari terpidana Tipikor atas nama Husaepa.

Ia merupakan mantan Kepala Desa (Kades) Sungai Upih yang terjerat dalam kasus rasuah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2018.

Husaepa telah menjalani persidangan dan majelis hakim pengadilan Tipikor Pekanbaru sudah menjatuhkan vonis.

"Jadi uang Rp 75 Juta ini dikembalikan oleh yang bersangkutan saat proses penyidikan berlangsung dulu, sudah lama. Kita masukan dalam titipan. Kemudian kita eksekusi kemarin," ungkap Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Sumriadi SH MH, kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (16/04/2021).

Sumriadi menjelaskan, eksekusi terhadap uang titipan Rp 75 Juta itu setelah putusan pengadilan atas kasus tersebut yang menjadikan duit itu sebagai barang bukti dan merupakan bagian dari Uang Pengganti (UP).

Lantas tim eksekutor Kejari Pelalawan mengambilnya dan langsung memberikan kepada Kades Sungai Upih yang baru M Fauzi serta disetorkan ke kas desa.

Terpidana Husaepa diganjar hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 50 juta dengan subsidair 2 bulan kurungan.

Matan Kades itu juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 830.882.583,57 dan jika tidak dibayar diganti dengan kurungan badan selama 16 bulan.

Alhasil duit Rp 75 Juta itu akan dikurangkan dari UP yang dibebankan kepada terpidana.

Tim eksekutor Kejari Pelalawan masih mengupayakan pengembalian kerugian negara atas perkara rasuah APBDes Sungai Upih itu.

Pasalnya masih ada UP sekitar Rp 750 juta lebih ditambah denda Rp 50 yang merupakan kewajiban dari terpidana.

Penagihan akan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku seperti pencarian aset maupun menjalani hukuman tambahan seperti yang diamanahkan majelis hakim.

"Kita jalankan sesuai aturan yang berlaku dan tupoksi kita sebagai eksekutor. Pemulihan kerugian negara kita upayakan semaksimal mungkin," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Berita Pelalawan lainnya

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved