Breaking News:

Pak RW Sudah Minta Pensiunan Bea Cukai untuk Tak Pasang Tembok Bata, Tapi Akhirnya Heboh Juga

Ketua RW 01 Rahmat sempat memperingatkan pria Nur Sayuti, pensiunan bea cukai untuk tidak menutup jalan di perumahan dengan batu bata.

TRIBUNPEKANBARU/FERNANDO SIKUMBANG
Wargasecara gotong-royong membongkar tembok yang menghalangi satu akses ke Jalan Kaharuddin Nasution, Kota Pekanbaru, Jumat (16/4/2021). (Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pria berusia sekitar 60 tahun ini menutup jalan di perumahan dengan tembok batu bata setinggi lebih kurang 2,5 meter.

Warga pun hanya bisa pasrah melihat kelakuan pensiunan Bea Cukai itu.

Karena, suami Dian Sukma, ini mengklaim jalan itu tanahnya.

"Tanah itu dulunya milik istrinya, Dian Sukma yang bekerja di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru," kata Ketua RW 01 Rahmat saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (15/4/2021) sore.

Tembok  yang dibangun menutup satu akses Jalan Kartama ke Jalan Kaharuddin Nasution
Tembok yang dibangun menutup satu akses Jalan Kartama ke Jalan Kaharuddin Nasution (istimewa)
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-974648810682144181-5112'); });

Sayuti ngotot tembok jalan umum

Rahmat mengaku sempat melarang Sayuti agar tidak menutup jalan tersebut.

Karena, jalan tersebut sudah ada sejak 13 tahun yang lalu.

"Saya sudah larang, tapi dia tidak mau. Ngotot mau pasang tembok juga. Karena dia bilang itu tanahnya," ujar Rahmat.

Menurut dia, kalau itu memang tanah Sayuti, mengapa tidak dari dulu ditutup.

Kata dia, jalan itu sudah tiga hari dipasang tembok yang menutup semua badan jalan.

Halaman
1234
Editor: CandraDani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved