Breaking News:

Duduk Perkara Sayuti Bangun Tembok Halangi Jalan di Pekanbaru, Berawal dari Merasa Terganggu

Tembok setinggi 2,5 meter itu dipasang seorang warga bernama Sayuti (60) di RT 001, RW 001, Kelurahan Penghentian Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau.

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
 Warga bersama TNI dan Polisi secara gotong-royong membongkar tembok yang menghalangi satu akses ke Jalan Kaharuddin Nasution, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, Jumat (16/4/2021). Pembongkaran tersebut setelah pihak Kecamatan, Kepolisian dan pemilik lahan melakukan mediasi. (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Keberadaan tembok menghalangi jalan di Pekanbaru tepatnya di jalan Kartama menuju jalan Kaharudin Nasution jadi sorotan.

Namun ini tembok menghalangi jalan di Pekanbaru itu sudah dibongkar oleh aparat TNI-Polri dan warga desa dan jalan alternatif itu sudah bisa dilalui kembali.

Tembok setinggi 2,5 meter itu dipasang seorang warga bernama Sayuti (60) di RT 001, RW 001, Kelurahan Penghentian Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau.

Tembok itu berdiri sejak beberapa hari yang lalu. Keberadaan tembok itu otomatis menyulitkan pengguna jalan hingga membuat banyak pengendara kecele dan tak bisa melintas.

Ketua RW 001 Rahmat menuturkan, Nur Sayuti (60) membangun tembok itu selama beberapa hari terakhir.

Baca juga: Pak RW Sudah Minta Pensiunan Bea Cukai untuk Tak Pasang Tembok Bata, Tapi Akhirnya Heboh Juga

Baca juga: Kronologi Pemilik Lahan Pasang Tembok Halangi Jalan di Pekanbaru, Akhirnya Setuju Dibongkar

Baca juga: VIDEO: Hasil Mediasi, Sayuti Sepakat Bongkar Tembok yang Tutup Jalan Umum di Pekanbaru

Warga bersama TNI dan Polisi secara gotong-royong membongkar tembok yang menghalangi satu akses ke Jalan Kaharuddin Nasution, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, Jumat (16/4/2021). Pembongkaran tersebut setelah pihak Kecamatan, Kepolisian dan pemilik lahan melakukan mediasi. (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir)
Warga bersama TNI dan Polisi secara gotong-royong membongkar tembok yang menghalangi satu akses ke Jalan Kaharuddin Nasution, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, Jumat (16/4/2021). Pembongkaran tersebut setelah pihak Kecamatan, Kepolisian dan pemilik lahan melakukan mediasi. (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir)

Pembangunan dilatarbelakangi pemasangan lampu merah hingga kemarahan Sayuti setelah diklakson.

Rahmat menjelaskan, Sayuti tak terima ketika Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru memasang lampu merah di persimpangan tersebut.

"Dia (Sayuti) marah, kenapa orang Dishub tidak izin pasang lampu merah. Setelah itu lah dipasangnya batu bata untuk menutup jalan," ujar Rahmat.

Tak hanya itu, Sayuti juga marah lantaran pernah diklakson oleh pengguna jalan.

"Waktu itu dia marah-marah diklakson hingga terjadi macet. Dia bilang ini tanah saya, jalan saya, kamu mau apa, katanya ke pengendara lain.

Halaman
1234
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved