Breaking News:

Memaknai Hikmah Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

Memasuki tahun kedua masa pandemi corona, meskipun sudah diberlakukan tatanan hdup baru, namun tidak berarti bahwa Covid-19 sudah menghilang

Editor: Sesri
istimewa
Dr. Mia Amiati, SH, MH (Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis pada JAM Intelijen Kejagung) 

Oleh: Dr. Mia Amiati, SH, MH (Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis pada JAM Intelijen Kejagung)

SETAHUN yang lalu, tepatnya pada tanggal 11 Maret 2020 World Health Organization (WHO) sudah mengumumkan status pandemic global untuk penyakit Virus Corona 2019 atau yang juga disebut Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Satu bulan kemudian, tepatnya pada hari Senin tanggal 13 April 2020, Presiden RI Joko Widodo telah menetapkan Wabah Virus Corona (Covid-19) sebagai bencana nasional yang dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-alam Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sebagai Bencana Nasional.

Untuk itulah, dalam kesempatan ini Penulis mencoba mengulas kembali bagaimana kita memaknai beribadah di Bulan yang penuh kemuliaan ini dengan tetap berhadapan dan beradaptasi dengan Coviid-19.

Sebagaimana kita ketahui, dalam istilah kesehatan, pandemi berarti terjadinya wabah suatu penyakit yang menyerang banyak korban, terjadi secara serempak di berbagai negara.

Sementara dalam kasus COVID-19, badan kesehatan dunia WHO menetapkan penyakit ini sebagai pandemi karena seluruh warga dunia berpotensi terkena infeksi penyakit COVID-19.

Dengan ditetapkannya status global pandemic tersebut, WHO sekaligus mengkonfirmasi bahwa COVID-19 merupakan darurat internasional. Artinya, setiap rumah sakit dan klinik di seluruh dunia disarankan untuk dapat mempersiapkan diri menangani pasien penyakit tersebut meskipun belum ditemukan adanya pasien yang terdeteksi di negara tersebut.

Lalu, apa sebenarnya arti status bencana nasional? Mengapa wabah COVID-19 bisa ditetapkan sebagai bencana nasional?

Apakah keputusan tersebut akan memberikan dampak yang signifikan? Berbagai pendapat bermunculan dari mulai pendapat ahli, para pakar kesehatan, pakar hukum, pakar ilmu sosial, pakar ilmu politik, sampai pendapat orang-orang yang akhirnya ditangkap dan diproses secara hukum karena terbukti menyebarkan berita HOAX yang memenuhi unsur tindak pidana.

Apakah Tuhan sudah murka kepada Bangsa Indonesia sehingga seluruh bangsa Indonesia ditimpa bencana COVID-19? Ternyata pendapat ini tidak dapat dibenarkan karena bukan hanya di negara Indonesia tetapi hampir di seluruh dunia merasakan dampak yang terjadi akbiat penyebaran COVID-19 ini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved