Breaking News:

Memaknai Hikmah Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

Memasuki tahun kedua masa pandemi corona, meskipun sudah diberlakukan tatanan hdup baru, namun tidak berarti bahwa Covid-19 sudah menghilang

istimewa
Dr. Mia Amiati, SH, MH (Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis pada JAM Intelijen Kejagung) 

Jika kita melihat dari ketentuan yang diatur di dalam U ndang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, ada lima indikator yang digunakan untuk menetapkan status bencana, yaitu : 1) Jumlah korban; 2). Kerugian harta benda; 3). Kerusakan prasarana dan saran; 4). Cakupan luas wilayah yang terkena bencana; 5). Dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.

Adapun di dalam Kepres No. 12 Tahun 2020, Presiden Jokowi menetapkan COVID-19 sebagai bencana nasional karena empat alasan sebagai berikut :

1. Jumlah korban dan kerugian harta benda yang disebabkan oleh COVID-19 semakin meningkat setiap harinya.

2. Cakupan wilayah yang terdampak semakin meluas. Tercatat, pada saat itu tiga hari sebelum diterbitkannya Kepres No. 12 Tahun 2020, (hari Jumat 10/4/2020), COVID-19 telah menyebar hingga ke 34 provinsi yang ada di Indonesia.

3. Dampak wabah COVID-19 tidak hanya dari segi kesehatan, namun juga aspek sosial ekonomi yang luas. Pad saat itu, suara.com mencatat, 25 juta orang terancam PHK massal akibat wabah ini.

4. World Health Organizations (WHO) atau Badan Kesehatan Internasional telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.

Sejak mencuatnya pemberitaan tentang Covid-19 yang mulai menyebar ke beberapa negara dari pusat awalnya ditemukannya penyakit ini di Wuhan, Pemerintah Indonesia berupaya melakukan tindakan dan kebijakan dengan mengedepankan strategi pencegahan untuk memutus mata rantai penyebarannya ke Indonesia, antara lain :

1. Pemerintah Indonesia telah membentuk dan mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) di wilayah otoritas pintu masuk negara di bandara/pelabuhan/Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN). Tim dapat terdiri atas petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Imigrasi, Bea Cukai, Karantina Hewan dan unit lain yang relevan di wilayah otoritas pintu masuk negara yang memiliki kompetensi yang diperlukan dalam pencegahan importasi penyakit. Tim bertugas melakukan pengawasan alat angkut, orang, barang, dan lingkungan di pintu masuk negara. Menyediakan ruang wawancara, ruang observasi, dan ruang karantina untuk penumpang.

2. Dalam menghadapi situasi pandemic virus Novel Corona 2019 (n-COV), sejak tanggal 18 Januari 2020 Indonesia telah melakukan pemeriksaan kesehatan di sekitar 135 titik di bandar udara, di darat dan pelabuhan, dengan menggunakan alat pemindai suhu tubuh bagi siapa pun yang memasuki wilayah Indonesia, sesuai regulasi kesehatan internasional, Pemerintah Indonesia juga telah mengerahkan personil tambahan di bandar udara serta meningkatkan kesiagaan rumah sakit.

3. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan tiga langkah pencegahan masuknya virus Corona ke wilayah Indonesia, yaitu:

Halaman
1234
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved