Breaking News:

Biarkan Bendera OPM Berkibar di Papua, Gusdur Sudah Buat Perjanjian Sampai Debat Sama Kapolri

Gus Dur harus bersebarangan dengan Kapolri tahun 2001 lalu untuk menangani konflik dengan Organisasi Papua Merdeka ( OPM ).

kompasiana
Presiden Abrurrahman Wahid atau Gus Dur pernah membiarkan bendera OPM berkibar di Papua, 30 Desember 1999. Namun, kebijakan itu ditentang anak buahnya sendiri di pemerintahan. ( 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur harus bersebarangan dengan Kapolri tahun 2001 lalu untuk menangani konflik dengan Organisasi Papua Merdeka ( OPM ).

Kala itu, Gus Dur membiarkan bendera Bintang Kejora berkibar.

Asalkan bendera OPM harus berada di bawah bendera merah putih.

Gus Dur sudah membuat perjanjian dengan pihak OPM bahwa boleh mengibarkan benderannya asalkan di bawah bendera Indonesia.

Presiden Abrurrahman Wahid atau Gus Dur pernah membiarkan bendera OPM berkibar di Papua, 30 Desember 1999. Namun, kebijakan itu ditentang anak buahnya sendiri di pemerintahan.
Presiden Abrurrahman Wahid atau Gus Dur pernah membiarkan bendera OPM berkibar di Papua, 30 Desember 1999. Namun, kebijakan itu ditentang anak buahnya sendiri di pemerintahan. (kompasiana)

Namun, ternyata pemikiran Gus Dur ini berbeda dengan Kapolri Jenderal raden suroyo bimantoro.

Mereka berbeda dalam penanganan gerakan Papua Merdeka. Presiden Abdurrahman memperbolehkan pengibaran Bintang Kejora, simbol Organisasi Papua Merdeka, sedangkan Bimantoro tegas tidak menoleransinya.

Perbedaan pendapat itulah yang menurut Kepala Badan Hubungan Masyarakat Mabes Polri menjadi awal mula kerenggangan hubungan antara Polri dan Istana.

Dalam akun kompasiana Garda Santri menulis, Gus Dur sosok yang mencintai Papua dan dicintai rakyat Papua hingga sekarang.

Selama ini 1 Desember diperingati sebagai hari ulang tahun kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Entah kebetulan atau tidak, Desember disebut sebagai Bulan Gus Dur. Sebab, Gus Dur meninggal bertepatan dengan bulan Desember.

Halaman
123
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved