Breaking News:

China Buat Keputusan Mengejutkan, Akan Mencampur Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri, Buat Apa?

China mebuat keputusan penting dengan mencampur Vaksin Covid-19 milik mereka, karena dinilai akan lebih manjur melawan virus Covid-19.

Editor: Ilham Yafiz
Sergei SUPINSKY / AFP
Seorang pekerja medis memegang botol vaksin CoronaVac China untuk melawan penyakit virus korona selama vaksinasi anggota tim menembak Olimpiade Ukraina untuk Olimpiade Tokyo 2020 di Kiev pada 15 April 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - China mebuat keputusan penting dengan mencampur Vaksin Covid-19 milik mereka, karena dinilai akan lebih manjur melawan virus Covid-19.

Vaksin Covid-19 buatan China sejauh ini dinilai memiliki tingkat kemanjuran yang cukup rendah jika dibandingkan dengan buatan negara lain.

Beberapa langkah mulai disiapkan demi meningkatkan tingkat kemanjurannya, termasuk mencampurkan beberapa vaksin yang telah ada.

Otoritas kesehatan China menyatakan kini telah mempertimbangkan untuk mencampur beberapa jenis vaksin Covid-19 dalam negeri dengan tujuan untuk meningkatkan level kemanjuran.

Sejauh ini tingkat kemanjuran vaksin Covid-19 China memang terbilang lebih rendah jika dibandingkan dengan vaksin lain seperti Pfizer dan Moderna.

Meskipun demikian, vaksin China tetap menjadi pilihan karena memerlukan kontrol suhu yang lebih sedikit selama penyimpanan.

"Vaksin yang tersedia tidak memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi. Inokulasi menggunakan vaksin dari jalur teknis yang berbeda sedang dipertimbangkan," ungkap Gao Fu, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, seperti dikutip Reuters (12/4/2021).

China telah mengembangkan empat vaksin domestik yang disetujui untuk penggunaan publik. Sampai akhir tahun ini China berharap bisa memproduksi 3 miliar dosis vaksin Covid-19.

Vaksin China bisa terbilang cukup laris secara global. Hingga saat ini China telah mengirimkan jutaan vaksinnya ke luar negeri.

Sayangnya produsen masih dibayangi tidak konsistennya tingkat kemanjuran dalam serangkaian uji coba di banyak negara.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved