Breaking News:

Utang Luar Negeri Indonesia Melambung Hingga Rp 6.169 Triliun, DPR Sebut Melebihi Batas

Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Februari 2021 sebesar US$ 422,6 miliar atau sekitar Rp6.169,96 triliun.

KOMPAS/RIZA FATHONI
Ilustrasi - Utang Luar Negeri Indonesia 

Kedua, debt export ratio (DER), merupakan rasio totang ULN dengan penerimaan ekspor dengan batas aman sebesar 200%.

Ketiga, debt to GDP ratio (DGDP), merupakan rasio antara total ULN terhadap PDB dengan batas aman 40%.

Berdasarkan data Februari 2021, DGDP ratio sebesar 39,7%.

Sedangkan data mengenai DSR dan DER masing-masing sebesar 27,86% dan 215.4% pada IV-2020.

Hal itu menunjukan Indonesia mengalami over borrowing ketika dari indikator DSR dan DER.

“Sedangkan dengan indikator DGDP, nilai hampir melebihi batas aman. Sehingga diperlukan manajemen utang dengan hati-hati dan terstruktur,” kata Kamrussamad, Sabtu (17/4)

Menurutnya, pemerintah dapat menjalankan strategi dalam melakukan manajemen utang.

Seperti mendapatkan sumber pendanaan dengan biaya yang murah,

meminimalkan risiko terkait portofolio utang,

Dan mendukung pengembangan pasar.

Kamrussamad juga menyarankan pengurangan pinjaman valas secara gradual dan terencana dan fokus pada pinjaman domestik dengan jatuh tempo jangka menengah dan panjang.

“Penerbitan SPN atau treasury bills dengan jatuh tempo 12 bulan hanya untuk manajemen kas dan tidak untuk menutup defisit atau refinancing utang yang masih ada," imbuhnya. ( kontan.co.id)

Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved