Breaking News:

Siap Amankan Pemungutan Suara Ulang Rohul, Apa Pesan Kapolres Saat Pimpin Apel Patroli Akbar?

Siap amankan Pemungutan Suara Ulang atau PSU di Rohul, Ini pesan Kapolres Rohul saat pimpin apel patroli akbar

Penulis: Syahrul | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/SYAHRUL RAMADHAN
Siap Amankan Pemungutan Suara Ulang Rohul, Apa Pesan Kapolres Saat Pimpin Apel Patroli Akbar?Foto: Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman N memimpin apel patroli akbar pengamanan PSU di Tambusai Utara. 

Sementara itu, Ketua Tim Koalisi Skawan Kelmi Amri mengatakan, pihaknya percaya sepenuhnya bahwa Bawaslu Rokan Hulu dapat bekerja dengan baik dalam melakukan pemeriksaan laporan pihaknya.

"Kami percaya, Bawaslu Rohul di bawah supervisi Bawaslu Provinsi Riau dan Bawaslu RI pasti bisa mengungkapkan hal yang benar," katanya pada Minggu (18/4/2021).

Dilanjutkan dia, laporan Tim Koalisi Skawan ke Bawaslu Rohul merupakan bentuk kekecewaan kepada Paslon Nomor 3 Hafith Syukri-Erizal yang dinilai tidak dewasa dalam berpolitik.

"Mereka (Paslon Nomor 3, red) menuduh Pak Sukiman dan Indra Gunawan berkeliaran di Kawasan PT Torganda tempat lokasi 25 TPS PSU nanti, kami diam saja. Mereka menuduh kami berbuat curang juga kami diam saja," kata Kelmi.

"Tapi lihat apa yang mereka lakukan. Setelah putusan MK di Jakarta, mereka langsung surati PT Torganda untuk permohonan sosialisasi dan sekarang menyiapkan transaksi politik untuk menyogok pemilih," tambahnya.

Kelmi mengaku gerah dengan tidak dewasannya tim koalisi dengan jargon Gaspoll itu di lapangan dalam membangun opini kecurangan oleh tim petahana.

"Sekarang siapa yang curang? Kami, atau mereka (Hafith-Erizal, red)? Biar semua masyarakat Rokan Hulu tahu siapa yang curang sebenarnya dalam pilkada," tekannya.

"Maka dari itu, kami minta Bawaslu Rohul untuk mendiskualifikasi Paslon Nomor 3 karena sudah berbuat curang dan tidak pantas," tegas Kelmi kemudian.

Sebelumnya, Tim Koalisi Skawan melakukan pelaporan atas dugaan Money Politic oleh Pendukung Paslon Nomor 3 ke Bawaslu Rohul.

Ketua Bawaslu Rohul Fajrul Islami Damsir mengatakan, akan segera melakukan pemeriksaan terhadap laporan tersebut.

"Jika terbukti itu Pidana Pilkada, maka hal itu termasuk sebagai pelanggaran berat dalam pemilu," singkatnya.

( Tribunpekanbaru.com / Syahrul Ramadhan )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved