Breaking News:

Berita Riau

Penyelidikan Dugaan Korupsi Bankeu Rp41 M di RSUD Indrasari Inhu, Jaksa Susun Tinjauan Lapangan

RSUD Indrasari mendapat kucuran bankeu dari Provinsi Riau tahun 2016 sebesar Rp41 miliar. Uang itu digunakan untuk perlengkapan alat kedokteran.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
Tribun Pekanbaru/Bynton Simanungkalit
RSUD Indrasari Rengat 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Penyelidikan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Rp41 miliar tahun 2016 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, masih dilakukan.

Kasus ini sedang didalami tim jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau.

Menurut informasi yang dihimpun Tribun, bankeu Rp41 miliar itu tidak hanya untuk pembangunan fisik RSUD Indrasari.

Tapi juga digunakan untuk pengadaan alat kesehatan (alkes).

Untuk memastikan pengadaan alkes itu sesuai aturan atau tidak, tim jaksa turun langsung ke Kabupaten Inhu untuk mengecek item-item yang tertuang dalam bankeu itu.

RSUD Indrasari Rengat
RSUD Indrasari Rengat (Tribun Pekanbaru/Bynton Simanungkalit)

"Masih penyelidikan. Saat ini tim sedang menyusun laporannya. Laporan terkait peninjauan di lapangan itu," jelas Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto, Selasa (20/4/2021).

Menurut Raharjo, saat ada laporan masuk, maka kejaksaan selaku aparat penegak hukum harus mengumpulkan alat bukti sesuai ketentuan Pasal 184 (KUHAP).

"Karena ini penyelidikan, guna menentukan itu suatu peristiwa pidana atau bukan. Untuk menentukan itu, kita perlu alat buktinya. Jadi saat ini tim sedang menyusun laporannya," bebernya.

Pengusutan kasus itu sudah dilakukan Kejati Riau sejak awal 2021.

Sejumlah orang sudah dipanggil untuk diklarifikasi terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana Bankeu dari Pemerintah Provinsi Riau itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved