Breaking News:

Satu Unit Kapal Motor Terbakar di Inhil, Satu ABK Luka Bakar di Sekujur Tubuh

Satu unit kapal motor (KM) Adam Jaya terbakar, Selasa (20/4/2021) yang menyebabkan seorang Anak Buah Kapal atau ABK luka bakar.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Ariestia
Istimewa
Satu unit kapal motor (KM) Adam Jaya terbakar, Selasa (20/4/2021) yang menyebabkan seorang Anak Buah Kapal atau ABK luka bakar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Satu unit kapal motor (KM) Adam Jaya terbakar, Selasa (20/4/2021) yang menyebabkan seorang Anak Buah Kapal atau ABK luka bakar.

ABK tersebut berinisial RP (34).

Warga Desa Bakau Aceh ini terbakar saat KM Adam Jaya sedang melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Perairan Sungai Indragiri Tembilahan, Kecamatan Tembilahan, Kelurahan Seberang Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau.

dirinya yang berada di sekitar palka terkena cipratan minyak dan percikan api membakar sebagian anggota tubuhnya.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui melalui Kasat Polair AKP Rizky Hidayat menjelaskan, kejadiaan naas tersebut terjadi saat ini KM Adam Jaya sedang mengisi bahan bakar jenis Solar sebanyak 40 drum, Premium 3 drum dan Pertalite sebanyak 3 drum.

“Pada saat pengisian BBM, mesin kapal dalam keadaan hidup karena kondisi kapal dalam keadaan bocor,” ungkap AKP Rizky.

Namun saat dilakukan pengisian minyak ke drum terakhir, terjadi kebocoran di bagian drum dan menyebabkan minyak tumpah sampai ke ruang palka mesin.

Hal ini mengakibatkan terjadinya percikan api dan menyambar drum yang berisi minyak, sehingga korban yang berada di sekitar palka terkena cipratan minyak dan terbakar.

“Korban langsung di bawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk di lakukan penanganan lebih lanjut oleh tim medis,” pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

--------------------------------------------------------------------

Kapal Tak Layak Berlayar ABK Meninggal, Nakhoda Kapal Angkut Pasir yang Karam Jadi Tersangka

Tenggelamnya kapal KM Kurnia Abadi GT 033 diperairan Desa Sepahat Kecamatan Bandar Laksamana akhir pekan kemarin ternyata berbuntut panjang.

Setelah salah satu ABK kapal meninggal saat kapal tenggelam, kini kapaten atau nakhoda kapal ditetapkan sebagai tersangka oleh Satpolair Polres Bengkalis.

Nakhoda berinisial SI ditetapkan tersangka setelah petugas Satpolair melakukan pemeriksaan terhadap dua korban kapal tenggelam ini.

Pemeriksaan yang dilakukan ternyata menemukan bukti kapal pengangkut pasir dari Rupat ini tidak memiliki izin berlayar.

Hal ini diungkap Kasatpolair Polres Bengkalis AKP Rahmat Hidayat kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (25/2) siang.

Pemeriksaan dilakukan Satpolair Polres Bengkalis setelah kejadian, dua orang yang selamat setelah tenggelamnya kapal ini langsung di bawa ke Pos Polair Bengkalis.

"Hasil pemeriksaan kita ternyata kapal yang di bawanya tidak memiliki izin berlayar dari Syahbandar. Sehingga setelah gelar perkara nakhoda yang bertangungjawab terkait hal ini langsung kita tahan," terang Kasat.

Menurut dia, Nakhoda kapal atas nama SI terancam hukuman penjara maksimal selama sepuluh tahun.

Sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya pada pasal 323 Undang Undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

"Nakhoda melanggar pasal ini, dengan melakukan pelayaran tanpa izin dari Syahbandar dan mengakibatkann nyawa orang lain meninggal dunia. Ancaman maksimalnya hukuman penjara sepuluh tahun," tegas Rahmat.

Rahmat mengimbau agar masyarakat Bengkalis agar memperhatikam cuaca saat akan melaut. Kalau cuaca tidak memungkinkan agar menahan diri beraktifitas melaut.

"Kalaupun memungkinkan harus menyiapkan alat alat keselamatan, dan kondisi kapal harus diperhatikan layak untuk melaut," tambah Rahmat.

"Selain itu dalam melaut masyarakat juga harus sadar ada aturan yang harus di penuhi terkait izin melaut. Berdasarkan undang undang harus ada izin syahbandar sebelum berangkat dan harus dipenuhi izin ini," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tiga orang awak kapal KM Kurnia Abadi GT 033 tengelam diperairan Desa Sepahat Kecamatan Bandar Laksamana, Jumat (19/2) malam. Kapal yang mereka tenggelam diperairan setelah di hamtam ombak.

Akibatnya satu dari tiga orang awak kapal meninggal dunia karena tidak berhasil menyelamatkan diri. Hal ini diungkap Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, Sabtu (20/2) siang.

Menurut Kapolres kapal KM Kurnia Abadi yang dibawa awak kapal Sukri sebagai kapten bersama dua ABKnya yakni Rahim dan Bacok berlayar dari Rupat menuju Bengkalis membawa muatan pasir sebanyak 70 ton.

Naasnya saat sesampainya di perairan sepahat tepatnya di lampu boya hijau sekitar 3 mil dari pinggir pantai sepahat kapal di hantam ombak kuat pada pukul 21.00 WIB.

"Karena tidak kuat hantaman ombak kapal mereka pun akhirnya tenggelam di perairan Sepahat. Tiga awak kapal ini sempat memakai baju pelampung dan berusaha menyelamatkan diri," ungkap

Saat menyelamatkan diri ke tiga awak kapal ini sempat terpisah, dua diantara mereka selamat sampai ke pinggir pantai Sepahat sekitar pukul 03.00 WIB yakni Sukri dan Bacok. Sementara Rahim tidak diketahui keberadaanya.

Rahim baru ditemukan sekitar pukul.07.00 WIB pagi oleh nelayan setempat. Nelayan yang menemukanya bernama Rahmat Hidayat, saat itu Rahim tersangkut di jaringnya.

"Saat ditemukan kondisi Rahim sudah tidak bernyawa dan langsung dievakuasi ke darat oleh nelayan dan masyarakat. Kemudian langsung dibawa ke rumah duga di Bengkalis melalui jalur darat," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Berita Inhil lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved