Breaking News:

Sebelum Lebaran Angka Kematian Akibat Covid-19 di Riau Diprediksi Tembus 1000 Kasus

Jubir Satgas penangaan Covid-19 mengungkap kasus Covid-19 di Riau yang terus naik ini sebelumnya sudah ia prediksi.

Gambar oleh soumen82hazra dari Pixabay
ilustrasi corona 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi mengungkapkan, angka kasus Covid-19 di Riau yang terus naik ini sebelumnya sudah ia prediksi.

Saat itu ia mengingatkan, jika masyarakat tidak patuh terhadap protokol kesehatan, maka akan terjadi lonjakan kasus, ternyata prediksi tersebut benar.

"Dua bulan yang lalu pernah saya sampaikan, kita harus hati-hati, sekarang kita lihat lah masyarakat abai sekali dengan protokol, makanya kenaikan kasus sekarang luar biasa, apalagi kasus kematian, bisa sampai 10 bahkan sempat sampai 12 kasus dalam satu hari, berarti ini ada yang salah," kata Yovi, Selasa (20/4/2021).

"Lihat saja di Kota Pekanbaru, di Dumai, di Perawang, tidak ada protokol kesehatanya, bisa lihat sendiri," imbuhnya.

Yovi mencontohkan, di pasar-pasar tradisional saat warga berkerumun tidak menggunakan masker, di tempat fasilitas layanan publik, tempat wisata juga sama. Begitu juga di rumah ibadah.

"Semua orang berkerumun tanpa menggunakan masker, jaga jarak tidak ada, kalau ini kita biarkan terus, saya prediksi angka kematian kita sebelum lebaran bisa sampai 1000 orang," katanya.

Prediksi tersebut tidak berlebihan, sebab hingga Senin (19/4/2021) kemarin saja angka kematian akibat Covid-19 di Riau sudah mencapai 966 kasus. Artinya hanya butuh 34 kasus lagi untuk bisa menembus angka 100 kasus.

Yovi mengingatkan kepada semua pihak agar patuh terhadap protokol kesehatan.

Sebab angka kematian akibat Covid-19 di Riau cenderung meningkat.

"Seribu nyawa itu banyak loh, seribu orang itu nyawa manusia loh itu, tidak main-main, kalau tidak benar dan tidak dijalankan apa yang sudah ditetapkan dalam rapat-rapat itu akan kejadian lagi," katanya.

Selain protokol kesehatan yang mulai abai, Yovi juga mengungkapkan tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Riau disebabkan karena pasien Covid-19 yang dirujuk ke rumah sakit, sebagian besar sudah dalam kondisi berat. Sehingga petugas kesehatan kesulitan untuk menolongnya.

"Kebetulan saya kan ikut langsung menangani pasien Covid-19, jadi pasien yang datang ke kami dalam dua atau tiga minggu belakangan ini itu kondisinya berat. Mareka ini sudah isolasi tiga empat hari masih ringan gejalanya, kemudian dua hari kemudian sedang tapi belum dibawa ke rumah sakit, setelah terasa semakin sesak, barulah dibawa ke kami, ya kami tidak bisa bantu, ikesulitan kami menanganinya," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Berita Covid-19 di Riau lainnya

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved