Breaking News:

Sempat Surut, Banjir di Lubuk Keranji Timur Pelalawan Kembali Naik,Segini Jumlah Rumah yang Terendam

Sempat surut, banjir di Desa Lubuk Keranji Timur Pelalawan kembali naik, segini jumlah rumah yang terendam

istimewa
Sempat surut, banjir yang melanda Desa Lubuk Keranji Timur Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Riau kembali naik, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Sempat surut, banjir di Desa Lubuk Keranji Timur Pelalawan kembali naik, segini jumlah rumah yang terendam.

Banjir yang melanda Desa Lubuk Keranji Timur Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Riau kembali muncul, Selasa (20/4/2021), setelah sempat Surut sebelumnya.

Air naik sejak Minggu (18/4/2021) sore dan berangsur surut pada Senin (19/4/2021) lalu dari ketinggian 80 centimeter turun ke 50 centimeter.

Namun air kembali naik ke 80 centimeter pada Selasa (20/4/2021) siang lantaran hujan turun mengguyur lokasi banjir yang berada di Dusun lV Logas Desa Lubuk Keranji Timur.

"Kondisi hari ini, banjir di Lubuk Keranji Timur kembali naik. Soalnya sehari yang lalu hujan turun. Itu yang membuat air semakin tinggi lagi," teran Camat Bandar Petalangan, Mukhtarius M.Pd kepada Tribunpekanbaru.com Selasa (20/4/2021).

Mukhtarius menerangkan, sebanyak 20 rumah warga terdampak banjir yang timbul akibat curah hujan yang tinggi.

Sebagian besar rumah yang terdampak, air bahkan sampai masuk ke dalam dan merendam isi rumah. Selain itu pekarangan dan fasilitas umum seperti jalan akses ikut terendam banjir.

Meski demikian, belum ada warga yang mengungsi dan masih bertahan di kediaman masing-masing.

Pasalnya, lokasi itu merupakan langganan banjir setiap musim hujan. Alhasil warga setempat sudah terbiasa menghadapi banjir dadakan itu.

"Belum ada yang mengungsi. Tapi saya minta tadi kepada perangkat desa agar menyiapkan tempat pengungsian jika air semakin tinggi nantinya," tukas Mukhtarius.

Menurut dia, banjir diakibatkan meluapnya parit dan rawa-rawa yang ada di sekitar desa, khususnya di Dusun lV Logas.

Diduga parit dan gorong-gorong yang ada terlalu kecil dan menyempit, sehingga tidak mampu menampung air yang datang setiap musim hujan.

Alhasil air meluber hingga menggenangi jalan sampai ke permukiman warga.

"Perangkat desa juga berencana mendirikan posko banjir dan membantu masyarakat," tambahnya.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved