Breaking News:

Beli Handphone,Konsumen Kecewa Diminta Bayar Tambahan Rp 200 Ribu,Dalih TecProtec,Ini Penjelasannya

Beli handphone,konsumen kecewa diminta bayar tambahan Rp 200 ribu dengan dalih TecProtec.Ini penjelasan pihak toko

marketingland
Beli Handphone,Konsumen Kecewa Diminta Bayar Tambahan Rp 200 Ribu,Dalih TecProtec,Ini Penjelasannya. Foto:Ilustrasi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Beli handphone,konsumen kecewa diminta bayar tambahan Rp 200 ribu dengan dalih TecProtec.Ini penjelasan pihak toko.

Erafone Living World Pekanbaru berlakukan kepada konsumennya yang membeli unit smartphone untuk wajib mengikuti layanan perbaikan TecProtec.

Hal ini disebutkan oleh seorang konsumennya atas nama Kasri, yang baru membeli dua unit smartphone produk Vivo melalui fasilitas cicilan Home Credit Indonesia (HCI), di Erafone Living World Pekanbaru pada Senin (19/4/2021) sore.

Dengan layanan TecProtec, akan diberikan sejumlah fasilitas perbaikan, di antaranya perbaikan kerusakan fisik tidak sengaja, perbaikan kerusakan akibat masuknya cairan, pergantian apabila kerusakan tidak dapat diperbaiki dan fasilitas lainnya.

Menurut Kasri, setelah HCI menyetujui pembelian terhadap dua unit smartphone tersebut, ia langsung disodorkan oleh petugas Erafone, untuk membayar uang tambahan sebesar Rp 200 ribu, untuk mendapatkan layanan TecProtec.

"Dari HCI saya sudah mendapatkan fasilitas free biaya administrasi, tapi dari Erafone saya diharuskan membayar biaya tambahan sebesar Rp 200 ribu, untuk salah satu unit smartphone untuk mendapatkan layanan TecProtec," ujarnya, Selasa (20/4/2021), bertepatan dengan Hari Konsumen Nasional.

Menariknya, layanan TecProtec itu dikatakan Kasri wajib dan harus diikuti.

"Wajib Pak, tapi tidak kedua unitnya, satu saja yang wajib, tapi kalau bapak mau menyertakan kedua unit tersebut, bisa juga, tapi harus ada tambahan biaya lagi," kata Kasri menirukan penjelasan dari petugas Erafone.

Atas kebijakan tersebut, Kasri kemudian mengikutinya, tapi ia masih penasaran, mengapa layanan TecProtec tersebut harus wajib dan dibebankan biaya tambahan kepada konsumen.

"Kebijakan wajib itu yang kita masih penasaran," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved