Breaking News:

Lapangan Futsal Jadi Arena Pembunuhan, Sepakat Kalah Bayar Tak Terlaksana, Olahraga Jadi Tragis

Seorang yang tergabung dalam tim futsal akhirnya membunuh karena denda timnya dikalahkan dan tak mau membayar uang taruhan.

Doc AFC
Foto Hanya Ilustrasi, tak terkait dengan berita sebenarnya 

Kemudian security rumah sakit itu membantu korban untuk masuk ke dalam UGD dengan menggunakan kursi roda.

Dua pria yang mengantar korban pun awalnya ikut membantu.

Satu pria yang membonceng korban terlihat berlumuran darah di baju bagian punggung.

Setelah korban dimasukan ke dalam IGD, kedua pria yang mengantarkan korban pergi meninggalkan rumah sakit.

Saat dicari pihak rumah sakit, mereka tidak menemukan pengantar korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi membenarkan informasi tersebut.

"Jadi RS tersebut menerima pasien dari dua orang lelaki tidak dikenal menggunakan sepeda motor dan setelah itu, dua orang ini langsung kabur," kata Arsya.

Tanding Futsal Berujung Tawuran

Sebelumnya, kasus nyaris serupa pernah terjadi juga di Jambi.

Pertandingan futsal antar sekolah di Kota Jambi justru berakhir petaka.

Seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Kota Jambi SR (17) kritis, usai mendapat luka bacok di bagian kepalanya, Senin (29/3/2021) malam.

SR terkapar saat kepalanya dihantam menggunakan senjata tajam jenis samurai, hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher.

Kejadian itu di kawasan Buluran, Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura Kota Jambi.

Insiden tersebut berawal saat, satu di antara SMA Negeri di Kota Jambi sedang melakukan pertandingan futsal dengan satu diantara SMA swasta di Kota Jambi di GOR Kotabaru, Senin malam.

Kemudian susana memanas, saat SMA swasta tersebut kalah telak, dengan skor 5:0 dengan SMA lawannya.

Suporter yang berada di tribun penonton sempat terlibat keributan, namun masih dapat dikendalikan.

D, rekan korban menuturkan, saat itu, tim dari lawan sekolahnya tidak terima dengan kekalahan, hingga berujung bentrokan kecil di dalam GOR.

Tidak diduga, keributan terus berlanjut saat korban dan rekannya menuju jalan pulang, tiba-tiba 5 orang pelaku menghampiri korban, dan melakukan penyerangan hingga korban terkapar, dan kritis.

Kata D, sebelum pergi meninggalkan GOR, kelompok dari lawan tanding futsalnya sempat mengancam korban dan rekannya tersebut.

"Awalnya gak terima hasil pertandingan bang, terus mereka ngancam bilang nunggu kami," kata D Senin (29/3/2021) malam.

"Ternyata, mereka sudah ngejar pas kami balik dan ketemu di Buluran," bilangnya.

Saat aksi kejar-kejaran berlangsung, korban sempat tertinggal dengan rombongannya, hingga menjadi sasaran empuk bagi para pelaku.

Sementara itu, Kapolsek Telanaipura, AKP Yumika Putra mengiyakan terkait insiden pembacokan tersebut.

Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. "Kita sedang melakukan penyelidikan," singkatnya, Selasa (30/3/2021).

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Dendam Timnya Dikalahkan dan Tak Mau Bayar Taruhan, Pertandingan Futsal jadi Arena Pembunuhan

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Enggan Bayar Sewa Lapangan dan Taruhan Saat Kalah Tanding, Pertandingan Futsal Jadi Arena Pembunuhan

Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved