Video Berita

VIDEO: Alami Luka & Stres, Tapir yang Masuk Kolam Warga Dirawat di Kebun Binatang Kasang Kulim

nanti akan kami pertimbangan lebih lanjut. Mengingat Tapir cukup stres dan luka-luka, untuk itu harus ada tindakan yang tepat," pungkasnya.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Seekor tapir yang masuk rumah warga di Pekanbaru berhasil dievakuasi oleh tim BBKSDA RIAU, pada Selasa (20/4/2021).

Saat berhasil dievakuasi, satwa liar dilindungi itu mengalami luka-luka hingga stress.

BKSDA Riau menurunkan tim medis untuk memantau kesehatan tapir berusia 10 tahun itu.

sebagaimana diketahui, seekor Tapir berjenis kelamin betina, dilaporkan masuk dan terjebak di dalam kolam ikan warga di Perumahan Cenderawasih, Jalan Garuda Sakti KM 3, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru.

Satwa dilindungi yang sudah dewasa dan diperkirakan berusia 10 tahun itu, terjebak di kolam berukuran sekitar 5 x 6 m dengan kedalaman sekitar 170 cm.

Kolam ikan milik warga bernama Juleha itu diketahui berada di perumahan yang bersebelahan dengan kebun sawit yang tidak begitu luas namun terdapat aliran sungai kecil.

Berdasarkan keterangan pemilik kolam, Juleha, pada Selasa (20/4/2021) kemarin sekitar pukul 12.00 WIB, dia tiba-tiba mendengar suara yang cukup keras.

Ia pun mencoba mencari sumber suara itu. Juleha pun kaget saat mendapati ada seekor Tapir yang masuk ke dalam kolam ikan miliknya.

Kemungkinan Tapir malang itu sedang mencari makan di kebun dekat kolamnya dan terjerembab masuk dalam kolam tersebut.

Kejadian itu lalu dilaporkan ke Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Selanjutnya, tim BBKSDA Riau yang menerima informasi itu, bersama dengan warga perumahan, aparat desa, polisi dan TNI, berusaha melakukan evakuasi.

Proses evakuasi berjalan cukup sulit dikarenakan Tapir dengan bobot lumayan berat tersebut berada pada kolam air.

Upaya pembiusan sudah dilakukan dengan dosis maksimal namun tidak memberikan efek yang sempurna.

Sehingga dilakukan upaya penggunaan kandang evakuasi dengan cara digiring manual. Barulah pada pukul 18.45 WIB, Tapir masuk ke dalam kandang evakuasi.

Untuk proses pemulihan dan observasi oleh tim medis BBKSDA Riau, Tapir tersebut sementara dititipkan di Lembaga Konservasi dan Kebun Binatang Kasang Kulim, di Kampar.

Hal ini mengingat keterbatasan kandang di klinik transit satwa BBKSDA Riau.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono menyebutkan, Tapir itu mengalami luka-luka, khususnya dibagian kaki dan kepala.

Perumahan atau pemukiman penduduk di situ kata dia, diketahui masih satu lanskap dengan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim di Minas, Kabupaten Siak.

"Sehingga dimungkinkan sekali Tapir berasal dari kawasan hutan itu," ucap dia, Selasa malam.

Adapun langkah tindak lanjut dibeberkan Suharyono, tim medis BBKSDA Riau akan melakukan pemantauan beberapa hari ke depan, dan melakukan pengobatan medis seperlunya terhadap Tapir itu.

"Apakah nanti dirilis atau dirawat di kebun binatang, nanti akan kami pertimbangan lebih lanjut. Mengingat Tapir cukup stres dan luka-luka, untuk itu harus ada tindakan yang tepat," pungkasnya.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved