Breaking News:

Waspada, Ada Takjil Mengandung Pewarna Bukan Makanan di Kota Pekanbaru, Ini Bahayanya Bagi Tubuh

Waspada, ada takjil mengandung pewarna bukan makanan di Kota Pekanbaru Riau. Berikut ini bahayanya bagi tubuh jika dikonsumsi

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Waspada, Ada Takjil Mengandung Pewarna Bukan Makanan di Kota Pekanbaru, Ini Bahayanya Bagi Tubuh. Foto: Petugas BBPOM Pekanbaru melakukan uji sampel jajanan takjil. 

Gangguan perilaku tersebut meliputi: gangguan tidur, gangguan konsentrasi, gangguan emosi, hiperaktif dan memperberat gejala pada penderita autism.

Bahaya Formalin Bagi Kesehatan

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

Formalin adalah larutan kimia yang tidak berwarna, berbau tajam, dan mengandung formaldehid sekitar 37 persen dalam air.

Oknum pedagang nakal kadang mencampur formalin pada makanan dengan tujuan agar tidak mudah basi atau lebih awet.

Padahal, zat kimia satu ini dilarang penggunaannya sebagai pengawet makanan.

Beberapa contoh produk yang sering mengandung formalin misalnya ikan segar, ayam potong, ikan asin, mie basah, dan tahu yang beredar di pasaran.

Bahaya formalin bisa mempengaruhi organ pernafasan.
Paparan senyawa ini dalam jangka pendek yang didapat melalui udara juga dapat menyebabkan iritasi pada rongga mata, hidung, dan tenggorokan.

Sementara itu, paparan dalam jangka waktu lama atau bersifat kronis dapat menyebabkan luka parah di paru-paru.

Pada sistem pencernaan, formalin dapat merusak saluran pencernaan Anda. Hal ini dapat menyebabkan sakit perut hebat, diare, serta peradangan di mulut, kerongkongan, lambung, dan usus.

Kerusakan pada hati, limpa, pankreas, dan ginjal hingga kanker.

Bahaya Methanil Yellow bagi Tubuh

Pewarna makanan sintetis
Pewarna makanan sintetis (Foto/akbiduk.ac.id)

Bisa menyebabkan iritasi kulit, gangguan penglihatan atau mata menjadi kabur.

Jika terhirup akan menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan.

Saat tertelan akan mengakibatkan mual, muntah, sakit perut, diare, panas, rasa tidak enak, dan tekanan darah menjadi rendah.
'
Bila dikonsumsi dilakukan dalam jangka panjang akan mengakibatkan kanker pada saluran kemih dan kandungan kemih.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sikumbang / Nurul Qomariah )

Penulis: Fernando
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved