Breaking News:

BREAKING NEWS: Masuk Zona Merah, Dua RW di Kecamatan Rumbai Segera Terapkan PPKM

Tim Satgas Kota Pekanbaru mencatat sebaran kasus di kawasan itu cukup tinggi. Dua RW naik status menjadi zona merah.

TRIBUNPEKANBARU/FERNANDO SIKUMBANG
Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi memberi keterangan usai jalani suntik vaksin Covid-19 dosis kedua, Kamis (28/1/2021) di RSD Madani, Kota Pekanbaru. 

Dengan adanya penambahan 4 kasus baru kematian akibat Covid-19 tersebut, maka total kasus pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Riau sudah mencapai 984 kasus. Nyaris tembus 1000 kasus.

Kabar baiknya dihari yang sama untuk pasien yang dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 233 kasus. Sehingga total keseluruhan pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 35.906 kasus.

Sedangkan untuk pasien yang saat ini masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 2.362 kasus dan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sebanyak 721 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 ini pihaknya kembali mengingatkan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Sebab saat ini masyarakat sudah mulai abai terhadap protokol kesehatan.

Mimi menegaskan, selagi masyarakat tidak mematuhi prokes, kasus positif di Riau akan terus terjadi. Tidak ada jalan lain selain patuhi prokes dan disiplin.

“Kenaikan kasus positif COVID-19 ini, tidak terlepas dari semakin banyaknya masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan, walaupun sudah setiap saat diingatkan untuk mematuhi prokes, dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan,” kata Mimi.

Dijelaskan Mimi Yuliani, klaster keluarga masih menjadi kasus tertinggi di Riau, jika dalam satu keluarga terdapat kasus positif, selanjutnya dilakukan tracing kontak erat, dan hasilnya dalam satu keluarga terkomfirmasi positif. Hal ini terjadi karena ketidak patuhan masyarakat terhadap prokes.

“Masih banyak dari klaster keluarga, dan hasilnya dari tracing ini makanya terdeteksi banyak kasus positif. Kemudian, pemeriksaan pada saat perjalanan, secara sendirinya terdeteksi hasil rapid antigennya positif. Kalau untuk swab mandiri sekarang tidak begitu banyak, tapi dari pemeriksaan rapid antigen banyak terkomfirmasi,” kata Mimi.

Sementara itu, untuk kasus pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19, juga masih tinggi bila dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Meningkatnya pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 ini, karena banyaknya lansia yang terpapar COVID-19, dan disertai juga dengan penyakit bawaan yang diderita pasien.

“Ya persentase pasien yang meninggal akibat COVID-19 meningkat. Kasus yang meninggal banyak usia tua 50 tahun ketas. Ada juga yang dibawah 50 tahun, tapi disertai dengan penyakit lain yang diderita pasien,” ujar Mimi.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang/Syaiful Misgiono)

Penulis: Fernando
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved