Breaking News:

Tatacara Mandi Wajib atau Mandi Junub Usai Melakukan Hubungan Badan bagi Pasangan Suami Istri

Tatacara mandi wajib mandi junub usai melakukan hubungan badan bagi pasangan suami istri.

Editor: Budi Rahmat
Gambar oleh PublicDomainPictures dari Pixabay
Tatacara Mandi Wajib atau Mandi Junub Usai Melakukan Hubungan Badan bagi Pasangan Suami Istri 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Tatacara mandi wajib mandi junub usai melakukan hubungan badan bagi pasangan suami istri.

Lengkap dengan niat dan bacaan dalam tulisan arab serta latin dan juga terjamahannya.

Mandi wajib atau mandi junub wajib dilakukan bagi pasangan suami istri setelah melakukan hubungan badan.

Sebab itu syarat agar ibadah yang dilakukan bisa berfaedah dan bernilai amalm sholeh.

Berikut ini tatacara dan niat mandi wajib mandi junub

Bagaimana niat dan tatacara mengerjakan Mandi Wajib atau Mandi Junub, silahkan baca dengan jelas artikel ini.

Mandi Wajib atau Mandi Junub adalah cara bersuci setelah berhadas besar. Apalagi di bulan ramadan.

Mandi wajib ini harus dilaksanakan agar puasa ramadan berjalan dengan baik dan tentu saja diridhoi.

Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara Mandi Wajib atau Mandi Junub setelah melakukan hubungan suami istri di bulan ramadan

Mandi Wajib adalah mandi yang wajib hukumnya dilakukan oleh orang yang memiliki hadas besar tertentu.

Hadas besar tertentu itu diantaranya adalah berhubungan badan atau mengeluarkan air mani karena tersebab sesuatu.

Selain itu, Mandi Wajib juga dilakukan untuk membersihkan diri dari haid, selesai melahirkan dan Nifas.

Mandi Wajib juga dilakukan terhadap orang yang matinya itu bukan mati syahid.

Dalil yang menjadi dasar Mandi Wajib setelah berhubungan badan dijelaskan pada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang berbunyi

"Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda 'Jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya (menyetubuhinya) lalu bersungguh-sungguh kepadanya, maka wajib baginya mandi'.

Kemudian, dalam riwayat Muslim terdapat tambahan "Walaupun tidak keluar air mani."

Keluarnya air mani meski tidak adanya pertemuan antara dua kemaluan juga diwajibkan untuk Mandi Wajib.

Dari Abu Sa'id Al- Khudri ra, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya (mandi) dengan air disebabkan karena keluarnya air (mani)." (HR. Muslim, no.343)

Sementara dalil yang mengharuskan seorang wanita melakukan mandi wajib setelah haidh dan nifas terdapat dalam Al- Qur'an surat Al- Baqarah ayat 222 yang artinya

,"Dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu."

Tata Cara Mandi Wajib

1. Niat; berbareng dengan mula-mula membasuh tubuh.

Lafazh niat : 

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbarii FardhalLillahi Ta’aala”

Artinya : "Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar furdlu karena Allah".

2. Membasuh seluruh badannya dengan air, yakni meratakan air kesemua rambut dan kulit.

3. Menghilangkan najis.

Sunnah Mandi Wajib

Mendahulukan membasuh segala kotoran dan najis dari seluruh badan.

2. Membaca 'bismillahirahmanirahim' pada permulaan Mandi Wajib 

3. Menghadap kiblat sewaktu Mandi Wajib dan mendahulukan bagian kanan dari pada kiri.

4. Membasuh badan sampai tiga kali.

5. Membaca do'a sebagaimana membaca do'a sesudah berwudlu.

6.  Mendahulukan mengambil air wudlu, yakni sebelum Mandi Wajib disunatkan berwudlu lebih dahulu.

Setiap akan melakukan mandi wajib maka harus diawali dengan niat yang benar agar mandi wajib tersebut bisa bernilai ibadah di hadapan Allah SWT serta supaya Allah SWT menerima segala macam amalan yang akan dilakukan setelah melakukan mandi wajib.

Pada saat akan melakukan mandi wajib, maka niatnya tidak harus dibaca dengan lantang, hanya dibaca di dalam hati saja sudah cukup dengan niat mandi wajib untuk mensyucika diri dari hadas besar.

Atau menggunakan lafal arab agar lebih meluruskan niat.

Do’a niat Mandi Wajib secara umum

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbarii FardhalLillahi Ta’aala”
Yang artinya:  saya niat mandi wajib untuk mensucikan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala.

Do’a niat Mandi Wajib setelah haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbari minal Haidil Lillahi Ta’ala”

Yang Artinya: saya niat Mandi Wajib untuk mensucikann hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.

Do’a niat mandi wajib setelah nifas

“Nawaitul Ghusla Liraf il Hadatsil Akbari Minal Nifasi Fardhlon Lillahi Ta’ala.”

Yang Artinya: saya niat Mandi Wajib untuk mensucikan hadast besar dari nifas fardu karena Allah ta’ala.

Do’a niat mandi wajib setelah berhubungan suami – istri / keluar mani / mimpi basah

“Nawaitu Ghusla Lirafil Hadatsil Akbari AnJami il Badaanii Likhuruu ji Mani yyi Minal Innaabati Fardhan Lillahi Ta’aala”.

Terjemahnya : aku niat Mandi Wajib untuk menghilangkan hadas besar dari badan ini karena keluarnya mani dari janabah fardhu karena Allah taala.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved