Breaking News:

Ada yang Deg-Degan, Jaksa Belum Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi di RSUD Bangkinang, Periksa Dirut

Dalam proses penyidikan perkara Dugaan Korupsi di RSUD Bangkinang yakni pembangunan ruang rawat inap tahap III di RSUD Bangkinang

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nolpitos Hendri
www.rsudbangkinang.org
Ada yang Deg-Degan, Jaksa Belum Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi di RSUD Bangkinang, Periksa Dirut. Foto: RSUD Bangkinang 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dalam proses penyidikan perkara Dugaan Korupsi di RSUD Bangkinang yakni pembangunan ruang rawat inap tahap III di RSUD Bangkinang , Kabupaten Kampar, hingga kini belum menemukan siapa tersangka atau pihak yang bertanggungjawab.

Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto menyebutkan, saat ini tim jaksa penyidik bidang Pidana Khusus (Pidsus) yang menangani perkara Dugaan Korupsi di RSUD Bangkinang , masih berupaya mengumpulkan alat bukti.

Satu di antara upaya mengungkap Dugaan Korupsi di RSUD Bangkinang itu adalah dengan memeriksa dan memintai keterangan para saksi.

"Proses penyidikan masih berjalan. Tim masih mengumpulkan alat bukti sesuai Pasal 183 dan 184 KUHAP," katanya, Jumat (23/4/2021).

Berdasarkan data yang dirangkum Tribun, sejumlah pihak terkait sudah dipanggil untuk diperiksa.

Adapun yang pernah diperiksa tim jaksa penyidik, adalah Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kampar, Surya Darmawan.

Tak hanya ruang rawat inap tahap III, ada pula indikasi dugaan korupsi pada tahap I dan II di rumah sakit itu.

Jaksa pun tengah mendalami dugaan tersebut.

Saat perkara ditingkatkan menjadi penyidikan, jaksa penyidik langsung mengagendakan pemeriksaan sejumlah saksi.

Informasinya, jaksa sudah memeriksa dr Asmara Fitrah Abadi, selaku Direktur Utama (Dirut) RSUD Bangkinang saat ini.

Tidak hanya dr Asmara Fitrah Abadi, tim jaksa penyidik juga memeriksa mantan Dirut RSUD Bangkinang periode 2017-2019, dr Andri Justian sebagai saksi.

Terkait proses pendalaman perkara, sejumlah pihak telah diundang oleh jaksa ke Kantor Kejati Riau untuk diklarifikasi sejak beberapa waktu lalu.

Dalam tahap ini, jaksa tengah berupaya mencari peristiwa pidana.

Salah satunya dengan meminta keterangan sejumlah pihak yang diduga mengetahui pelaksanaan kegiatan itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved