Breaking News:

Satpol PP Pekanbaru dan Aparat Gabungan Kembali Bubarkan Pengunjung Kafe

Satpol PP Pekanbaru dan aparat gabungan bubarkan pengunjung kafe. Petugas pun membubarkan pengunjung kafe dan pusat perbelanjaan, Sabtu

Istimewa
Aparat gabungan membubarkan pengunjung satu kafe di Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, Sabtu (24/4/2021) malam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Satpol PP Pekanbaru dan aparat gabungan bubarkan pengunjung kafe, setelah pengelola masih saja melayani pengunjung melewati batas operasional.

Pengelola mestinya selama Ramadhan tidak lagi melayani pengunjung pada pukul 22.00 WIB. Sesuai instruksi Wali Kota Pekanbaru tentang Aktivitas Selama Ramadan.

Petugas pun membubarkan pengunjung kafe dan pusat perbelanjaan, Sabtu (24/4/2021) malam.

Informasi Tribunpekanbaru.com, petugas dari Satpol PP Kota Pekanbaru bersama aparat gabungan mendapati pusat perbelanjaan MM store di Jalan HR. Subrantas masih ramai.

Aparat gabungan pun juga membubarkan secara paksa pengunjung sejumlah kafe di Jalan HR Soebrantas. Kafe tersebut yakni Cafe Andre Resto, Zyan Cafe dan D'Bakul Coffe.

"Kita tidak cuma beri peringatan, ada yang kita beri surat pemanggilan," tegas Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang kepada Tribunpekanbaru.com.

Menurutnya, tim juga mendapati pengelola dan pengunjung menyalahi protokol kesehatan. Banyak dari pengunjung ternyata tidak memakai masker dan menjaga jarak.

Petugas juga mendapati pengunjung yang tidak memiliki identitas. Petugas juga mengingatkan para pedagang kuliner di sepanjang Jalan HR Subrantas.

Iwan bersama aparat gabungan pun mengingatkan para pengelola dan pengunjung agar tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan. Pihaknya tidak segan menindak kafe yang tetap buka menyalahi instruksi Wali Kota Pekanbaru.

"Kalau masih kita dapati, tim bakal melakukan pembubaran paksa terhadap pengunjung di tempat usaha tersebut," paparnya.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang) 

---------------------------------------------------------------

Putar Musik Keras hingga Tengah Malam,Satpol PP Pelalawan Tegas Sita Ini dari Kafe di Taman Kreatif

Putar musik keras hingga tengah malam, Satpol PP Pelalawan tegas sita alat ini dari kafe di Taman Kreatif.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pelalawan Riau menggalakan operasi selama Bulan Ramadan ini, untuk menciptakan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum) di tengah masyarakat.

Razia dilaksanakan berdasarkan laporan dan pengaduan masyarakat terhadap hal-hal yang mengganggu keamanan dan kenyamanan warga selama ini, termasuk gangguan selama menjalankan ibadah puasa.

Operasi juga memberantas dugaan maksiat, minuman keras, hingga gangguan Trantibum lainnya.

"Tadi malam kita tidak melakukan razia, rencananya besok. Tapi kemarin kita operasi di beberapa tempat dan menyita barang bukti," terang Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan, Abu Bakar FE kepada Tribunpekanbaru.com Selasa (20/4/2021).

Abu Bakar menyebutkan, pihaknya mendatangi kedai yang beroperasi di dekat Ruang Publik Kreatif (RPK) Pangkalan Kerinci.

Pasalnya, ada empat kedai yang menjual minuman dan makanan itu memutar musik dengan kencang hingga malam hari.

Tentu musik yang dipasang di empat kedai sangat mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Sebenarnya Satpol PP telah memberikan peringatan beberapa kali kepada pemilik kedai itu agar tidak menyetel musik yang kencang pada malam hari.

Terlebih saat umat Muslim sedang shalat tarawih di masjid.

Namun peringatan itu tidak diindahkan, malah empat kedai itu berlomba memasang musik yang kuat untuk menghibur pelanggannya.

"Jadi kita lakukan tindakan penyitaan speaker dan aplifier milik mereka. Saat kita sayangi ke lokasi untuk mengeksekusi, mereka pasrah saja dan tidak melawan," tambah Abu Bakar.

Adapun barang bukti yang disita petugas yakni dua unit speaker ekstrem milik Indra Saputra, dua inti speaker bopum dari kedai Endri Yanto.

Dari kedai Ahmad Jaswan disita dua anplifier serta satu Subwoofer. Terakhir dari kedai Ano Supriansa ada dua speaker dan satu apli.

"Itu akan kita tahan selama Ramadan hingga Lebaran nanti, baru kita kembalikan. Pemiliknya juga terima," kata Abu Bakar.

Pihaknya memandang empat pengelola kedai itu telah melanggar trantibum, terlebih posisinya berada di jalan lintas alternatif serta berseberangan dengan kantor bupati dan DPRD Pelalawan.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Berita Pekanbaru lainnya

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved